Pages

Friday, May 08, 2009

berita paling penting di kompas.com

Kalo lagi ada kasus heboh nasional, terkadang ulah media jauh lebih menarik ketimbang kasusnya sendiri. Yang paling gres tentunya kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar dan seorang caddy Rani Juliani. Kompas.com sampe merasa perlu membuat sebuah serial khusus dengan tombol berjudul serem: Pembunuhan Nasrudin - Bukan Cuma Skandal Cinta?

Berhubung udah punya serial khusus, nggak mungkin dong dibiarin kosong begitu aja. Ada maupun nggak ada berita, harus ada update baru. Maka muncullah berita yang judulnya "Tato Kupu di Pinggang Rani Juliani".

Berita sepanjang nyaris 400 kata ini* membahas secara sangat detil dan spekulatif keberadaan tato gambar kupu-kupu di pinggang Rani Juliani. Dimulai dengan pemaparan fakta bahwa kalo Rani make kaos pendek, maka akan tersembul tato gambar kupu-kupu di pinggangnya. Dilanjutkan dengan menyebutkan bahwa kupu-kupu juga lambang grup musik Slank, yang baru-baru ini menyatakan dukungannya kepada KPK. Jaka Sembung bawa clurit, nggak nyambung, Njrit.

Makin ngelantur lagi saat artikel membahas kesaksian seorang tetangga Rani Juliani yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa setelah menikah Rani Juliani sering pake baju seksi. Ya, terus kenapa?

Abis itu balik lagi menghubungkan antara tato kupu-kupu dan lambang grup musik Slank: "Informasi yang beredar, tato kupu-kupu milik Rani merupakan suatu ekspresi kekagumannya terhadap Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Mengapa kupu-kupu? Binatang itu identik dengan grup musik Slank yang menjadi ikon KPK. Dan pada saat itu KPK dipimpin Antasari, Slank sudah dua kali manggung di Gedung KPK."

Kenapa Sindentosca nggak ikut dihubungkan? Padahal kan dia nyanyi lagu yang menyebutkan ulat berubah jadi kupu-kupu? Jangan-jangan lagu itu melambangkan perubahan Rani Juliani yang tadinya caddy menjadi seleb blog. Atau barangkali perlu ditelusuri ke para guru SD Rani Juliani, untuk mengecek apakah dulu waktu kecil dia suka nyanyi "Pok Ame Ame Belalang Kupu-Kupu".

Berita ngelantur ini ditutup dengan pernyataan kakak Rani Juliani yang menyatakan akan bikin konferensi pers pada hari Minggu. Sayang, cuma sampe di situ beritanya. Mereka kurang tertarik untuk menggali mengapa kakak Rani memilih hari Minggu untuk bikin konferensi pers. Apakah dulunya dia suka nyanyi "Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota..."?

Yang lebih lucu dari beritanya adalah komentar salah satu pengunjung, yang mungkin juga sama senewennya dengan gue membaca berita maksa ini, sehingga menuliskan sebuah komentar sinis yang bikin gue ngakak:



Terima kasih Kompas.com, kalian telah mencerahkan hari ini :-)

*tenang, gue pake MS Word kok buat ngitung, bukannya kerajinan.

No comments:

Post a Comment