Pages

Monday, June 29, 2009

berita duka: account menhariq dihack!

Pagi tadi gue dikabarin sama Eriq bahwa account multiply, gmail, dan yahoo-nya dihack orang. Pelakunya berhasil mengganti password, bahkan security question pengingat passwordnya. Bukan cuma itu, dia juga mengganti headshot mp eriq dengan gambar porno, dan mengirimkan pesan2 ajaib lewat yahoo messengernya. Jadi kalo ada yang nerima pesan2 aneh dari eriq di YMnya, abaikan aja ya. Parahnya lagi, dia juga menghapus sebagian besar posting yang pernah dibuat eriq di MPnya.

Untuk mencegah pelakunya berbuat kerusakan lebih besar, eriq telah mendisable account MPnya dengan harapan nanti bisa dihidupkan lagi lewat admin. Mudah2an berhasil.

Buat semuanya, perlu lebih hati-hati lagi menyimpan password. Jangan pernah gunakan layanan online untuk menyimpan password, seperti misalnya salah satu add-on firefox yang bisa mengintegrasikan password. Begitu layanan itu kena hack, maka seluruh password yang kita simpan di sana bisa jadi mainan orang gila.

Semoga eriq bisa merebut kembali account-accountnya yang dicuri.

Wednesday, June 17, 2009

Mau jadi Presiden MP? Ini dia syaratnya...

Sejak Vina memposting soal "Presiden MP", mendadak topik ini mengemuka lagi. Bener seperti apa yang ditulis Vina di postingnya, bahwa mungkin nggak sedikit orang yang ingin juga 'menduduki' jabatan sebagai presiden MP. "Gimana sih caranya jadi presiden MP? Gue juga mau!"

Buat yang mengira bahwa Presiden MP adalah sejenis jabatan kehormatan, mirip ketua kelas atau ketua OSIS atau ketua gank, yang menandakan bahwa pemegangnya adalah seseorang dengan privilese lebih, paling keren dan top di jagad MP ini, kalian baru setengah benar. Fakta setengahnya lagi adalah bahwa untuk mendapat pengakuan masyarakat sebagai presiden MP, ada banyak (banget) hal yang harus kalian lakukan, sebagian besar di antaranya sangat nggak enak, melelahkan, ngga hore maupun funky, dan butuh komitmen besar.

Berminat jadi presiden MP? Silakan nilai diri kalian masing2, apakah mau dan mampu melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Punya stamina dan mobilitas tinggi, sehingga bisa mengikuti proses persiapan sebuah acara yang terkadang saling berjauh-jauhan lokasi. Kuat bergadang beberapa hari tanpa tepar.
  • Punya ketegasan untuk memilah mana pendapat yang benar-benar berasal dari pemikiran mendalam, dan mana yang cuma berasal dari isi perut yang salah jalur keluar.
  • Rela berkorban materi. Mulai dari nombokin dana kegiatan yang suka mepet di detik-detik terakhir, hingga yang kecil-kecil seperti untuk beli pulsa sehingga bisa ber-SMS dan bertelepon dengan seabrek anggota panitia dalam rangka persiapan acara. Sebaliknya, juga punya ketelitian dan transparansi untuk mengelola dana sumbangan pelaksanaan kegiatan yang nggak sedikit jumlahnya.
  • Punya memori kuat untuk menghafal ribuan user di balik user id MP, sehingga dalam event kopdar akbar bisa jadi fasilitator untuk saling memperkenalkan para peserta. Selain itu pengenalan terhadap para anggota MP juga penting untuk pengerahan sumber daya saat pembentukan panitia, agar bisa menerapkan prinsip "the right man on the right place".
  • Punya fleksibilitas untuk dapat diterima oleh berbagai golongan di jagad MP.
  • Punya kesabaran untuk mendengar komplen sebagian peserta kegiatan yang nggak tahu menahu soal persiapannya, tiba-tiba muncul pas hari H dan nyeletuk, "acaranya kok gini doang sih, panitianya nggak profesional banget!".
  • Bersedia mengorbankan waktu dan pikiran untuk mengurus rakyat MP tanpa imbalan apapun, sementara di luar MP pastinya masih banyak hal lain yang juga menuntut untuk diurusin.
  • Punya koneksi luas dengan berbagai pihak, mulai dari media massa, perusahaan sponsor, hingga komunitas lain sehingga bisa mendukung kegiatan besar MP.
  • Mau menyediakan waktu untuk menengahi, minimal memperhatikan, apabila terjadi perselisihan nggak penting antar anggota MP.
  • Mau memperhatikan isi posting para anggota MP, supaya bisa merespon aspirasi para anggota dalam bentuk tindakan nyata. Banyak orang yang senang kalo postingnya dibaca, tapi untuk senang membaca posting orang lain (yang terkadang kurang penting dan kurang menarik) butuh kepedulian tersendiri.
  • Punya kemampuan memotivasi orang lain, karena semua kegiatan MP adalah kegiatan sosial yang tidak mendatangkan keuntungan material apapun bagi para panitianya.

Nggak perlu pemilu-pemiluan, nggak perlu daftar-daftaran, selama tindakan nyata kalian membuktikan bahwa kalian memiliki semua poin-poin di atas, dengan sendirinya kalian akan jadi presiden MP. Yang menentukan apakah kalian pantas untuk disebut "presiden MP" adalah para penghuni jagad MP.

Sanggup?


Thursday, June 11, 2009

[being nice for dummies] #0014: mencari kesempatan berbagi

Temen gue yang bernama Gandhi* sejak dulu kala punya kebiasaan unik yang dijalankannya nyaris tanpa absen setiap hari, yaitu bagi-bagi cemilan. Di mejanya hampir selalu tersedia aneka cemilan, mulai dari kacang, crackers, emping, krupuk, dllsb. Sebagian kecil dia makan sendiri, sebagian besar buat dikasih-kasihin ke setiap orang yang mampir di mejanya. Dia terkenal banget dengan kebiasaannya ini, sehingga tiap hari ada aja orang mampir ke mejanya dengan alasan ingin ngobrol namun dengan tampang ingin ngemil. Kalo gue itung-itung, sebenernya lumayan gede juga lho, budget yang harus dikeluarkan Gandhi untuk aksi penyediaan cemilan gratis ini. Gue perhatiin rata-rata dia menyediakan cemilan bernilai sekitar 15 ribu sampe 20 ribu per hari, dikali 20 hari kerja artinya dia bisa mengeluarkan dana sampe 400 ribu per bulan - cuma buat meladeni nafsu ngemil temen-temennya yang nggak tau diri ini.

Perubahan terjadi sekitar 2 bulan yang lalu ketika Gandhi tiba-tiba kena vonis harus diet oleh dokter, karena kadar kolesterol darahnya mengkhawatirkan. Apakah lantas Gandhi berhenti menyediakan cemilan? Ternyata enggak, cuma bentuk cemilannya aja yang berubah. Kalo dulu berkisar pada makanan-makanan kering, sekarang beralih ke buah-buahan. Apel, jeruk, pisang, pir, bergelimpangan di mejanya. Tetep dia sediakan dalam jumlah banyak supaya bisa menjamu para tamu yang mampir, padahal jelas-jelas buah-buahan itu harganya jauh lebih mahal daripada sebungkus kacang atau emping. Gue perkirakan budget jamuan cemilan Gandhi sekarang bisa mencapai 40 ribuan per hari, dikali 20 hari kerja = 800 ribu per bulan!

Pagi tadi, dua orang temen gue muncul di deket meja Gandhi sambil cengar-cengir khas muka-muka orang nyari cemilan.
"Assalamualaikum.... Kang Gandhi punya cemilan apa hari ini...? Kebetulan... kami belum sarapan nih... hehehe..."
"Waduh, maap... maap... tadi belum sempet beli, nggak punya apa-apa nih," jawab Gandhi dengan tampang menyesal. "Maap sekali ya...!"
"Oh... ya udah deh nggak papa."
Kedua orang bermental parasit itupun ngeloyor pergi, balik ke mejanya masing-masing.

Gue yang lagi konsen ngetik tadinya nggak terlalu memperhatikan kejadian itu, sampe waktu Gandhi colek-colek, "Gung, kalo mau pesen risol kribo dadakan gini, bisa nggak ya?"
"Oooh kayaknya sih bisa, sekarang hampir tiap hari kita ada stok kok. Bentar ya, saya teleponin ke rumah," kata gue sambil angkat telepon. Tapi mendadak gue inget sesuatu. "Eh, kok mau pesen risol kribo sih? Udah bosen diet ya? Gimana sih, udah bagus kemarin-kemarin disiplin makan buah, kolesterol turun, sekarang udah mau kumat lagi ngemil gorengan!"
"Bukan... buat itu tuh, anak-anak, kasihan pada lapar belum sarapan..."
"HALAH! Anak-anak itu pake dipikirin! Nggak usah! Kebiasaan tuh Gan, asal mau ngemil maunya tinggal minta ke Gandhi... padahal kan mereka juga punya duit, bisa beli sendiri! Ngapain sih repot-repot?"
"Bukan gitu gung, ini kan kesempatan untuk bersedekah. Mumpung ada orang yang jelas-jelas lapar, minta makanan ke kita, kalo kita bisa ngasih makanan, pahalanya gede Gung... biarpun dia punya duit bisa beli sendiri..."



Kalo denger kata 'kesempatan', apa yang terlintas di benak kita? Biasanya sih segala sesuatu yang berkaitan dengan 'menerima':
"Kesempatan memenangkan hadiah...." "Kesempatan promosi..." "Kesempatan dapat beasiswa..."
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa kesempatan untuk memberi dan berbagi, juga perlu untuk dicari dan diusahakan?

*pernah muncul sebagai bintang tamu di posting yang ini
foto: Gandhi, di meja kerjanya yang lama, tahun 2007.

Wednesday, June 10, 2009

tip menghalau badai note di multiply ver. 4

Ini mungkin masalah perbedaan mindset ya, tapi buat gue, MP adalah tempat gue mencari bacaan bermutu, tulisan-tulisan inspiratif, informatif, dan menghibur. Itulah sebabnya gue senewen banget dengan salah satu fitur di MP ver. 4 yang memungkinkan orang memposting 'quick note' ala status update di FB, sedemikian rupa sehingga message board gue dipenuhi dengan posting-posting sebaris seperti:

"Hmmm... nulis apa ya?"

atau

"Lagi sendirian nih..."

atau

"Tukang nasi goreng kok nggak lewat-lewat ya?"

atau

"Ketek gue semakin gondrong. Apakah sebaiknya gue cukur? Pls advise."

Entahlah, di FB gue nggak pernah terganggu dengan status updates, tapi kalo di MP jadi nyebelin banget. Kecuali kalo ada yang bikin quick note berbunyi,

"Gue abis nelen kadal ijo, ternyata rasanya enak juga"

atau sejenisnya, rasanya quick note bukan salah satu fitur MP yang menarik buat gue klik.

Untunglah MP juga melengkapi versi 4-nya dengan filter yang lebih canggih. Oleh karena itu, buat MPers yang merasa senasib dengan gue, manfaatkanlah fitur filter ini untuk menghalau serbuat quick notes. Caranya adalah:

  1. Dari message board, mouse over (lewatkan kursor tanpa mengklik) tulisan "Custom Filter" di sebelah kiri layar. Akan muncul tulisan "edit" di sebelah kanannya. Klik di situ.
  2. Akan terbuka sebuah halaman setting filter. Seperti ini:

  3. Beri nama filter ini sesuai selera. Kalo gue sih milih nama "no shout". Kosongkan tanda centang di sebelah "Notes". Karena kebetulan gue juga kurang tertarik baca "Guestbook" jadi gue kosongkan juga tanda centang di sebelahnya.
  4. Klik "OK".
Filter baru ini akan langsung mulai berjalan, dan elo bisa menikmati message board bebas gangguan notes. Jangan kuatir, kalo suatu hari nanti lo tiba-tiba kangen ingin baca notes, lo tinggal klik "Recent Updates" di sebelah kiri message board.

Selamat ngeMPi bebas notes!