Pages

Tuesday, July 21, 2009

Aa Gym tadi siang: "semua ini hanya topeng"

Apa kabar, Aa Gym? Setelah di tahun 2006 mengumumkan keputusannya untuk berpoligami, jaringan bisnisnya mengalami kemunduran. Seperti diberitakan dalam salah satu posting di Gatra.com, pengunjung Daarut Tauhid berkurang drastis. Bahkan Warta Kota juga pernah memberitakan bahwa perusahaan televisi miliknya juga ikut-ikutan bangkrut dan terpaksa mem-PHK puluhan karyawan. Habis itu nama Aa Gym seperti tenggelam. TV - TV swasta yang dulu rebutan menampilkan Aa Gym di bulan Ramadhan, sekarang seperti alergi dengan sosoknya.

Hari ini, dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, kantor gue mengundang Aa Gym untuk mengisi forum kajian mingguan. Maka terus terang kunjungan gue ke acara pengajian kali ini lebih untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang kabar si Aa ketimbang untuk menambah pengetahuan agama... hehehe... Aa Gym hari ini hadir berkemeja lengan panjang warna merah, tanpa sorban ciri khasnya. Kok sorbannya nggak dipake, A'?

"Ah sudahlah, nggak pake ini juga kita tetap bisa diskusi. Semua ini kan hanya topeng..." kata Aa. Iapun menampik saat asistennya mendekat sambil membawakan sorbannya, sebelum ceramah dimulai.

Secara keseluruhan, memang terasa ada yang beda pada dirinya sekarang, dibandingkan 3 tahun yang lalu. Kalo dulu dia nampak lebih ceria, banyak senyum, sekarang seperti tersirat nada-nada getir dalam materi yang dibawakannya.

"Tiga tahun yang lalu saya ceramah cuma bisa ngomong saja, sekarang saya sudah merasakan sendiri yang namanya 'badai'," kata Aa, mengisyaratkan pada keputusan berpoligaminya yang banyak mengundang komentar negatif dari masyarakat. "Dan demi Allah, saya bersyukur dengan keadaan yang saya rasakan sekarang, karena saya bisa belajar banyak sekali."

Seperti bisa membaca pikiran para hadirin yang sebagian masih aja penasaran dengan latar belakang keputusannya berpoligami, dengan cerdik Aa Gym malah memasukkannya sebagai bagian dari ceramah. Dia kayaknya tahu, kalo dia bersikap menutupi, atau menganggap peristiwa itu nggak pernah terjadi, dia akan makin dikejar dengan pertanyaan. Maka sekalian aja dia berulangkali merujuk pada keputusan poligaminya, walau hanya dalam bentuk kiasan atau sentilan yang bernada 'tahu sama tahu lah'.

Misalnya waktu mengulas masalah takdir dan jodoh, Aa bertanya,

"Akhwat di sini, ada yang belum menikah? Ini cuma nanya doang, BUKAN MAU NYARI LAGI KOOOK!! "

Atau saat membahas tentang hidup berumah tangga, Aa dengan santai bilang,

"Jadi buat ibu-ibu di sini, saya kasih tahu aja ya... jangan buru-buru senang kalau suami tiba-tiba banyak memuji. Kalau suami banyak memuji, biasanya itu ada maunya.... Kenapa, PADA MAU BILANG ITU PENGALAMAN PRIBADI AA? "

Gue menangkap Aa Gym sedikit banyak masih menyimpan rasa kecewa pada orang-orang yang pernah menghujatnya, terutama kalangan media. "Orang bisa belajar lebih banyak dari cacian ketimbang dari pujian. Dulu saya dipuji-puji, disanjung-sanjung, tapi sesudahnya mereka juga yang mencaci saya... saya tahu betul bagaimana direktur-direktur televisi itu memblow-up berita poligami saya... padahal dulunya mereka itu..." kata Aa sambil membiarkan kalimatnya menggantung.

Intinya, Aa Gym berpesan bahwa dalam situasi sulit, satu-satunya solusi terbaik adalah dengan evaluasi diri dan bertobat. "Jangan menyalahkan orang yang menghina kita, jangan kesal karena orang mencaci kita, lebih baik kita introspeksi apa saja dosa yang telah kita perbuat. Guru Aa yang mengajarkan, lebih baik Aa banyak bertobat. Dan saat itu Aa disadarkan, betapa banyak dosa yang telah Aa buat. Dulu sibuk aja ngurus bisnis, jarang ketemu dengan anak-anak. Di majalah difoto bareng keluarga, kelihatan bahagia, tertawa, tapi itu cuma di foto saja. Aa boncengan naik sepeda (dengan istri) biar kelihatan harmonis, cuma untuk tujuan publisitas. Aa berkunjung ke rumah yatim, tangan Aa mengelus anak yatim tapi muka sadar kamera, karena niat Aa bukan tulus untuk menyantuni tapi untuk publikasi. Kalau Aa ingat semua itu, ya Allah, betapa banyak dosa Aa..."

Entahlah, versi Aa Gym yang baru ini memang jauh nampak lebih manusiawi ketimbang citra dirinya 3 tahun lalu yang serba putih, suci dan ideal. He's only human, like the rest of us. Memang dia nggak sefenomenal dulu, tapi ngeliat keberaniannya memikul konsekuensi atas pilihan pribadinya, kita justru bisa belajar banyak. Walaupun sampe detik ini belum tertarik untuk berpoligami, tapi gue setuju dengan pandangan orang yang bilang, "kenapa kita mencela orang yang berani berterus terang mengumumkan dirinya punya lebih dari satu perempuan yang HALAL untuk melayani di ranjang, tapi malah toleran terhadap orang-orang yang selingkuh sama entah berapa perempuan nggak jelas?"

Hmm.

Oh iya, hampir lupa. Sebelum acara ceramah dimulai, Aa ngobrol-ngobrol santai dengan segelintir hadirin yang udah ada dan mengajak berdiskusi, "ayo, mumpung kita sudah ada yang kumpul di sini, ada yang mau ditanyakan nggak? Ayo kita berdiskusi!"

Seorang mas-mas menyambut ajakan itu dengan mengajukan pertanyaan soal bom hari Jumat minggu lalu. "Aa, bagaimana pandangan Aa tentang pemboman yang sekali lagi dikaitkan dengan kaum muslim... bukankah ini mencoreng citra kaum muslim A... padahal dalam agama kita kan nggak pernah diajarkan untuk berbuat zalim seperti ini... bagaimana kita harus bersikap menghadapi pandangan negatif masyarakat, A?"

Lantas Aa Gym menjawab secara umum yang kurang lebih intinya, "...ya tidak ada jalan lain kecuali dengan bersikap sebaik-baiknya dan membuktikan bahwa Islam tidak mengajarkan hal-hal seperti itu...

"OK. Siapa lagi yang mau tanya?"

Semua pada diem, kelamaan. Maka daripada sepi gue angkat tangan.

"Aa... saya mau tanya..."

"Yak silakan, mau tanya apa?"

"Aa... PERNAH KETEMU AA JIMMY NGGAK? Itu loh, pemain sinetron yang suka niruin Aa..."

Aa Gym nampak agak shock mendengar penurunan kualitas pertanyaan yang begitu drastis, sementara beberapa hadirin lain menghela nafas dengan tampang males. "Yah, pernah sih... dia waktu itu datang ke rumah saya, diantar orangtuanya... Ada pertanyaan lain?"

"Trus waktu itu... NGOBROL APAAN AJA, A'? "

"ADA PERTANYAAN LAIN???!!"

No comments:

Post a Comment