Pages

Monday, September 07, 2009

jangan bugil di depan kamera... ever!

Kantor gue lagi dilanda sedikit kehebohan. Ada seorang pegawai perempuan, sebutlah namanya si A, berpacaran dengan seorang lelaki bernama B, yang bukan pegawai kantor gue. Rupanya tidak terjadi kecocokan antara A dan B sehingga akhirnya mereka putus, dan kemudian A nikah dengan C, yang kebetulan juga pegawai kantor gue. Setelah nikah, A resign dari kantor gue.

Eh, nggak taunya diam-diam si B masih menyimpan rasa kesel karena ditinggal oleh A, sedemikian rupa sehingga kemudian dia membuat sebuah account di gmail yang seolah-olah milik A, lantas menggunakan account itu untuk menyebarluaskan video dan foto adegan syur antara A dan B kepada orang-orang di kantor gue. Bukan cuma itu, si B ini juga membuat beberapa account di situs2 jejaring sosial dan memposting foto-foto tsb di sana. Tentunya dengan cermat dia memilih foto-fotonya sedemikian rupa sehingga hanya wajah A yang tampil, sementara wajah dia sendiri aman tersembunyi. Sekarang urusan konyol ini udah sampe ke kuping direktur, dan kebetulan gue yang tadi siang ditugasi menginvestigasi udah sampe di mana laju penyebaran foto dan video tersebut. Masalahnya, baik di sebaran email maupun di account jejaring sosial, terpampang dengan jelas nama kantor gue termasuk alamat dan nomor teleponnya segala.�

Kasus kaya gini emang boleh dibilang mulai basi, tapi toh kejadian lagi dan lagi. Gue nggak kebayang apa yang terjadi di tengah rumah tangga A dan C sekarang, karena namanya foto dan video yang udah kadung nyebar di internet ya susah untuk direm. Pesan gue buat kalian yang lagi dilanda asmara di luar sana, jangan - jangan - jangan pernah sekalipun mendokumentasikan aktivitas ranjang kalian dalam bentuk apapun, khususnya di media digital. Mungkin kalian merasa aman karena yakin partner kalian bisa dipercaya, alat yang dipake juga milik sendiri - bukan pinjeman dari orang, dan rasanya seru, sexy dan kinky untuk merekam adegan saru kalian sendiri, tapi...

  • ...selalu ada kemungkinan HP / kamera yang kalian pake dicuri orang dan kita nggak bisa mencegah malingnya untuk bertindak kreatif dengan file-file di dalamnya.�

  • ...bisa aja kalian butuh duit dan memutuskan untuk menjual HP / kamera berisi adegan seru tersebut tanpa mendeletenya sebelumnya.

  • ...atau kalian udah mendelete filenya, tapi dengan bantuan aplikasi yang sangat sederhana, semua file digital yang pernah dihapus bisa direcover lagi!

Saran gue, buat yang belum pernah melakukan, udahlah jangan iseng. Sedangkan yang udah pernah melakukan, saran gue adalah...

  • �...kalo file video / gambarnya ada di memory card (SD card, micro SD, CF, dsb) atau flashdisk sebaiknya copot tuh memory card, bakar sampe rada meleleh, trus buang. Memang konon dengan memformatnya beberapa kali maka file akan hilang selamanya tanpa bisa direcover, tapi buat apa sih ambil resiko. Lagian hari gini harga memory card udah murah, nggak akan sebanding dengan harga diri kalian kalo isinya nyebar di internet.
  • ... kalo ada di CD, nggak cukup dengan dirusak dengan cara digores. Patahin CD-nya jadi dua, atau bakar.
  • ... kalo ada di harddisk, nah ini rada repot. Memang rada nyesek kalo kalian harus ngebakar harddisk, jadi minimal yang bisa kalian lakukan adalah memformatnya, mengisi dengan file2 lain sampe penuh, format lagi, isi lagi sampe beberapa kali. Dan banyak-banyak berdoa jangan sampe harddisk tersebut sampe dicolong orang.�

Intinya, ingatlah bahwa setiap kali kalian mendokumentasikan kebugilan diri sendiri, selalu ada resiko ditonton oleh orang lain. Dan belum tentu kebugilan kalian tersebut mampu menghibur penontonnya.�

No comments:

Post a Comment