Pages

Saturday, June 30, 2012

[review] Abraham Lincoln Vampire Hunter

Film ini diangkat dari novel terbitan 2010 karya Seth Grahame-Smith. Entah apa yang terlintas di otaknya sehingga kepikiran mengadu mantan presidennya dengan vampir. Kalo selintas gue baca komentar para pembaca bukunya di goodreads, kayaknya sih novel ini novel komedi. Jadi ya nggak ada maksud apapun kecuali ingin nulis sesuatu yang gila-gilaan aja. Tapi kalo kata gue, mungkin ada kaitannya dengan sosok Abraham Lincoln yang kayaknya 'true American Hero' banget. Selain karena sosoknya yang jujur, tegas, terpelajar, dan anti perbudakan, meninggalnya pun dramatis. Idola yang lengkap untuk orang Amerika yang doyan hal-hal bombastis. Di jaman Perang Dunia II, poster perekrutan tentara menampilkan sosok 'Uncle Sam' yang ciri-cirinya mirip banget dengan Abraham Lincoln:
lincoln vs uncle sam

Di sejumlah film, sosok Abraham Lincoln juga ditampilkan sebagai pahlawan pembela kebenaran. Misalnya di film Night of the Museum 2 ini, patung Abraham Lincoln yang kebal senjata turun tangan menengahi pertempuran:

lincoln night of the museum
Kesimpulannya, kayaknya orang Amerika tergila-gila banget sama Abraham Lincoln. Jadi kalo sekalian dibuat ngelawan vampir, kenapa enggak?

Cerita filmnya sederhana aja, yaitu tentang perjuangan Abraham Lincoln (Benjamin Walker) melawan vampir. Tentunya biar meyakinkan, fakta sejarah diselipkan di sana-sini. Misalnya, diceritakan bahwa dendam Abraham kepada kaum vampir berawal saat ibunya meninggal karena sebuah penyakit misterius yang nggak bisa diobati dokter. Hanya Abraham doang saksi mata yang tahu bahwa vampirlah penyebab penyakit misterius tersebut. Faktanya, ibu Abraham Lincoln memang meninggal saat Abraham Lincoln baru berumur 9 tahun - tentunya bukan karena digigit vampir.

Abraham lantas dilatih oleh seorang pemburu vampir bernama Henry Sturgess (Dominic Cooper). Di awal film nggak langsung dijelaskan dari mana asal usul si Henry ini, tapi gue yakin sebagian penonton udah bisa nebak bahwa dia juga seorang vampir. Hubungan Henry dengan Abraham sebagaimana layaknya Nick Fury dengan Black Widow: Henry yang melatih Abraham dan menentukan target yang harus diburunya, Abraham tinggal melaksanakan tanpa banyak tanya.

Puncak film adalah pertempuran Gettysburg antara pasukan Utara yang pro kemerdekaan budak versus pasukan Selatan yang pro perbudakan. Tentunya dalam film ini, tentara Selatan didukung oleh pasukan vampir yang bisa ngilang dan kebal peluru sehingga sulit dikalahkan!

Satu-satunya film Timur Bekmambetov, sutradara film ini, yang pernah gue tonton lengkap adalah Wanted (Angelina Jolie, Morgan Freeman). Gue inget sebagian besar orang yang nonton film itu bilang 'adegan action-nya lebay, gak masuk akal.' Tapi emang begitulah ciri khas Timur, seneng bikin adegan action dalam gerakan lambat yang disajikan super detil. Mungkin terkesan lebay dan didramatisasi secara berlebihan, tapi buat gue lebih bisa dinikmati ketimbang adegan action ala Michael Bay yang bikin pusing saking cepetnya (kalo nggak percaya nonton lagi Transformers 2).

Secara umum film ini cukup menghibur, actionnya seru, cuma gue kok nggak menangkap unsur komedi seperti yang dibilang para pembaca novelnya di Goodreads, ya? Yang jelas, gue penasaran kira-kira ada nggak penulis Indonesia yang 'berani' bikin plesetan sejarah kayak gini. Soeharto pemburu Babi Ngepet, barangkali? Anyone?

Kesimpulan: ****- dari *****

No comments:

Post a Comment