Pages

Saturday, July 07, 2012

[2012-027] Panduan Menghadiri Resepsi Pernikahan bagi Orang Tolol (baca: for dummies)


Siapa yang baru-baru ini menghadiri resepsi pernikahan? Gimana, ketemu orang-orang aneh di sana? Yak, sesudah 67 tahun merdeka dan ada 55 juta orang melek internet di negara ini, sangat memprihatinkan melihat masih banyaknya orang salah tingkah di resepsi pernikahan. Yang gue maksud adalah dalam arti sebenarnya, yaitu bertingkah yang salah.
Daripada sebatas prihatin doang tanpa solusi, gue akan mencoba memberikan panduan dasar mengenai adab yang baik dan mudah-mudahan benar, minimal aman, saat mengunjungi sebuah resepsi pernikahan.

Memilih busana
  1. Untuk cewek-cewek yang mau pake strapless bra, 3 kata yang penting lu ingat: UKURAN YANG TEPAT. Jangan sampe lu lagi ngantri salaman dengan anggunnya, trus tiba-tiba orang di belakang lu colek-colek, "Mmm... mbak, sori, itu... ITUNYA jatuh..."
  2. Kepantasan busana itu sifatnya normatif. Jadi kalo lu mau pake gaun malam backless ke resepsi siang, silakan aja. Orang pada mendelik ngeliatin elu? Biarin aja, itu masalah mereka. Itu baru akan jadi masalah lu kalo elu yang jadi jengah karena diliatin semua orang.
  3. Dan akan jadi masalah bagi mempelai bila lu lantas berusaha menutup bagian-bagian terbuka dari busana lu menggunakan tanam-tanaman dekorasi.

Mengisi buku tamu dan kotak amplop
  1. Tujuan disediakannya buku tamu adalah untuk membantu keluarga mengingat siapa aja tamu yang datang. Jadi kalo lu isi dengan "Hamba Allah" itu sama sekali nggak ngebantu.
  2. Di beberapa resepsi, amplop dari tamu diberi nomor urut sesuai isian di buku tamu. Tujuannya agar keluarga bisa tahu berapa sumbangan yang diberikan masing-masing tamu, dan bisa membalas dengan pantas di kesempatan yang akan datang. Kalo minder dengan isi amplop lu, dapat mengalihkan perhatian penerima tamu dengan "Hei lihat, ada apaan tuh!" lalu buru-buru memasukkan amplop ke kotak sebelum sempat dinomori.
  3. Atau tulis aja "Hamba Allah" di buku tamu.
  4. Bagi yang punya nama pasaran, harap tahu diri. Beri sedikit keterangan tambahan tentang diri lu. Mengisi buku tamu dengan "Budi - Jakarta" itu hampir sama kaburnya dengan ngisi "Hamba Allah".

Bersalaman dan foto bersama mempelai
  1. Perlu diketahui bahwa foto-foto pre-wedding yang dipajang di arena pesta adalah hasil kerja keras fotografernya, baik secara fotografi maupun secara photoshop, untuk menampilkan sisi terbaik para mempelai. Bersalaman sambil ngomong "ih, aslinya BEDA BANGET ya sama foto pre-weddingnya" adalah tidak perlu dan tidak sopan.
  2. Kalo tamu pestanya sampe ribuan, ada kalanya mempelai menderita mabok tamu dan nampak pangling sama elu. Terimalah hal ini sebagai peristiwa yang wajar dan manusiawi. Nggak usah "Hei! Ini gue, Budi Susanto! Temen waktu SMA dulu! Pangling ya sama gue Pangling? Sombong ih! Inget nggak waktu..." Nyet, di belakang masih banyak yang ngantri.
  3. Ucapan 'selamat ya!' sudah cukup. Nggak usah ditambah dengan pertanyaan spekulatif seperti 'Oh akhirnya lu milih yang INI toh...?'
  4. Yang pake baju item dan mondar-mandir nenteng kamera video segede gaban itu biasanya petugas dokumentasi. Nggak perlu lu salamin juga.
  5. Saat foto bersama adalah saatnya lu menentukan pilihan: ingin di sebelah mempelai pria, ATAU di sebelah mempelai wanita. Nggak bisa dua-duanya, sebab artinya lu akan ada di tengah. Kecuali umur lu 10 tahun, posisi ini akan aneh. Dan ganggu.
  6. Berikan pose terbaik, dan biarkan fotografer bekerja. Nggak perlu buru-buru minta lihat kameranya, apalagi minta foto ulang karena merasa diri jelek di foto tersebut. Kamera itu alat buatan manusia, kemampuannya ada batasnya. Kalo udah difoto 20 kali masih jelek juga, jangan-jangan problemnya bukan di kamera maupun fotografernya...


Antri makanan
  1. Makanan disediakan sebagai penghargaan yang punya hajat atas kehadiran lu. Nggak perlu berusaha mengimpaskan pengeluaran duit amplopan dengan cara mengganyang makanan sebanyak-banyaknya, termasuk 'take away' hidangan menggunakan plastik kresek.
  2. Apalagi rantang susun.
  3. Keikhlasan sebagai tamu diuji saat ternyata hidangannya ternyata kurang enak. Terima saja dengan besar hati. Nggak perlu komplen ke mempelai, apalagi minta amplop dibalikin sama penerima tamu.
  4. Efisien itu baik, tapi kalo lu berkeliaran di pesta dengan bawa piring berisi nasi, lauk, sayur, zuppa soup, mi kocok, buah potong, pudding dan es puter sekaligus, lu akan nampak menyedihkan.
  5. Di gubuk makanan biasanya disediakan petugas. Untuk membantu mempercepat proses distribusi makanan, bukan untuk melayani permintaan modifikasi seperti "Bang, mi kocoknya satu, rebus minya lamaan dikit biar empuk, tetelannya banyakin, saos dikit aja tapi sambel banyak, nggak usah pake daun bawang." Kebiasaan ngantri bakso di Blok S harap jangan dibawa ke resepsi.
  6. Keakraban dengan teman seyogyanya dipupuk secara kontinu, bukan secara dadakan hanya karena ngeliat dia di posisi paling depan pas ngantri kambing guling.
  7. Di dekat panci sup biasanya ada sebuah piring kosong. Itu adalah tempat untuk naro centong sup. Setelah lu ngambil, taro lagi centongnya di piring itu, jangan lu cemplungin ke panci. Nyusahin orang.
  8. Sebaliknya, kadang elu yang apes nemuin centong sup tenggelam dalam panci. Dalam situasi seperti itu, "Nggak papa, nggak panas kok" bukanlah jawaban yang tepat kepada orang yang mempertanyakan aksi lu mengambil centong tersebut menggunakan tangan kosong. Poinnya bukan di 'panas', Pret..

Menyanyi
  1. Kalau MC bilang "bagi hadirin yang ingin menyumbangkan lagu, kami persilakan" itu adalah tawaran - bukan tantangan. Nggak perlu panas dan merasa harus membuktikan kemampuan olah vokal. Terutama kalo bukti yang mendukung eksistensi kemampuan lu memang masih sangat terbatas.
  2. Yang dimaksud dengan 'menyumbangkan lagu' adalah memberikan sumbangan, berupa lagu. Bukan membuat lagu menjadi sumbang.
  3. Sesuaikan lagu yang akan lu sumbangkan dengan yang dibawakan band selama resepsi. Kalau selama resepsi band memainkan lagu-lagu jazz, misalnya, kemungkinan lagu-lagu jenis itulah yang ingin didengar mempelai di pestanya. Nggak perlu ngotot nyumbang lagu 'Iwak Peyek'.
  4. Volume TIDAK dapat mengkompensasi akurasi nada. Artinya, kalo udah tau fals, jangan tambah kenceng nyanyinya.
  5. Lazimnya orang menyanyi sambil membawa mic, ada juga yang sambil bawa alat musik. Bukan piring nasi.
  6. Kalau hidangan didominiasi menu-menu masakan Padang, khususnya dendeng balado, ada baiknya ngaca dulu sebelum naik panggung. Hadirin akan sulit menghayati syahdunya sebuah lagu saat melihat ada selembar cabe di gigi penyanyinya.
  7. Ada alasan khusus mengapa penyanyi seperti Whitney Houston dibayar mahal, yaitu karena kemampuan vokalnya di atas rata-rata. Kalau kemampuan vokal lu di kutub yang berseberangan dengan Whitney Houston, hindari menyanyikan lagu-lagunya, seperti 'I Will Always Love You', misalnya. Akan sangat mendebarkan bagi hadirin, terutama menjelang bagian "And I..." di akhir lagu.
  8. Penghayatan lagu itu baik, tapi jangan sampai nangis. Apalagi nangisnya sambil ngelihat ke arah mempelai. Lagunya 'Tenda Biru' pula. Orang akan bertanya-tanya.
Foto: kawinan rusuh 3 Juli 2005

3 comments: