Pages

Saturday, September 08, 2012

testing doang


testing upload foto ke posting

Monday, August 27, 2012

Update Posting tentang Chili's

Sekedar lapor, barusan gue menambahkan beberapa foto di posting tentang resto Chili's.

Silakan disimak di sini, dan selamat ngiler :-) 


Wednesday, August 22, 2012

8 jenis tamu paling ganggu selama lebaran


Lebaran udah 2 hari berlalu. Gimana rasanya? Mantap? Buat yang jomblo, udah kenyang ditanya ‘kapan kawin’ ?
Tapi nanti dulu.
Tante-tante kepo yang hobi nanya kapan kawin BUKAN satu-satunya mahluk paling ganggu waktu lebaran. Ada sederet lainnya. Coba lihat, berapa yang lu temukan selama lebaran kemarin?
Baca posting lengkapnya di sini

Awas, HTTrack nggak bisa nyimpen album foto!

Sebelumnya gue pernah posting di sini tentang cara membackup posting di Multiply menggunakan program HTTrack.

Ternyata, program ini punya kelemahan yaitu nggak bisa nyimpen album foto!

Baca penjelasan lengkapnya di sini ya.

Monday, August 20, 2012

Dua alternatif cara membackup foto dari Multiply

Judulnya masih tentang pindahan Multiply nih.

Gue abis memposting 2 alternatif cara ngebackup foto-foto kalian dari Multiply.

Kalo lu punya premium account, lu bisa donwload zip foldernya yang gue jelasin di sini.

Kalo lu regular account, lu bisa manfaatin fungsi emailnya yang gue jelasin di sini.

Selamat mencoba! :-)

Wednesday, August 15, 2012

Posting tentang pindahan Multiply

Buat para penghuni blogspot, sekedar info aja bahwa di kampung sebelah gue abis bikin 3 posting terkait proses pindahan dari Multiply. Silakan diklik, barangkali berguna.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 1) 
Sekilas tentang cara backup dan migrasi blog Multiply ke Wordpress.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 2): Menyelamatkan Foto di Jurnal
Kalau journalnya udah selamet, fotonya belum tentu lho! Simak cara memindahkan foto dari Multiply ke Photobucket secara 'agak' praktis.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 3): Optimalisasi dan Link Ulang Foto
Kalo fotonya udah dipindah, gimana mengubah link di posting aslinya? Trus apa yang dimaksud optimasi image?

Monday, August 13, 2012

Setelah dipikir-pikir...

Ya, ya, gue tau sebelumnya gue udah bilang akan pindahan dari Multiply ke Blogspot. Tapi gue pikir-pikir kayaknya mendingan pindah ke wordpress deh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Kemiripan nama dengan blog terdahulu, mbot.multiply.com ->> mbot.wordpress.com
  2. Proses perpindahan berjalan jauh lebih cepat dari dugaan, dengan adanya aplikasi otomatis ini
  3. Fitur-fiturnya nampak lebih menjanjikan untuk diutak-atik
  4. Aplikasi androidnya lebih bagus, bahkan ada aplikasi blackberry untuk ngeblog di wordpress
  5. Lebih ngerti (walau nggak ngerti-ngerti amat) kalo suatu hari nanti mau pindahan ke hosting milik sendiri.
Maka dengan ini gue putuskan untuk melanjutkan perjalanan ngeblog gue di mbot.wordpress.com

Blog di blogspot ini paling akan gue update untuk mengumumkan posting baru yang gue tulis di wordpress. 

Tuesday, August 07, 2012

The Final Curtain

Buat yang follow twitter gue @mbot atau nyantol jadi contact gue di FB kemungkinan udah baca ocehan gue tadi pagi tentang #MPshutdown ya. Intinya; MP akan fokus menjadi tempat jualan, dan nggak merasa perlu mengurus blogger yang bisanya ngoceh nggak guna kayak gue.
Sebenernya indikasi ke arah ini udah jelas kelihatan sejak MP buka kantor pemasaran di Indonesia, akhir 2010. Waktu itu sih para MPer menyambut gembira kedatangan mereka, apalagi sampe diundang tatap muka dan diskusi segala. Gue pun menitipkan banyak harapan untuk perbaikan MP lewat posting yang ini.

Tapi honeymoon dengan tim perwakilan Multiply di Indonesia (selanjutnya gue sebut MIRO - Multipy Indonesia Representative Office) rasanya berjalan terlalu singkat. Awal kedatangannya aja udah kontroversial sih, dengan kasus 'pembajakan' account indonesia.multiply.com. Sebelum MIRO terbentuk, account itu udah ada yang punya. Pemiliknya bernama Donny Verdian. Memang nggak aktif, tapi orangnya kaget setengah mati waktu tiba-tiba account-nya pindah tangan. Pihak MIRO sih ngotot mereka udah minta izin via email, tapi yang punya nggak merasa dapet permohonan apapun. Ini sebenernya soal kecil, cuma pengambilalihan account. Account-nya udah non aktif pulak. Tapi sebenernya ini gelagat nggak beresnya cara kerja MIRO.

Setelah itu bermunculan kasus-kasus 'aneh' seperti munculnya komentar kasar dr sebuah account yang kalo ditelusuri berasal dr Gandaria City lantai 23 (yaitu kantornya MIRO), juga ada personal message yang 'mengancam' sejumlah blogger karena komentarnya dianggap rusuh, hingga lenyapnya posting seorang user karena dianggap "subversif'. Juga ada kasus ajaib berupa tawaran untuk mempercantik dagangan di MP, tapi dengan minta username dan password, yang datangnya dari nomor telepon kantor MIRO. Belum lagi insiden konyol di salah satu lomba yang digelar MIRO: lombanya dipisah jadi 2 kategori: blogger dan online seller, tapi yang terpilih jadi pemenang adalah yang bahas tentang online seller, CRUT! Ini apa-apaan? Kenapa setelah ada kantor perwakilan Indonesia, blogger yang udah tahunan membesarkan MP malah diobok-obok nggak jelas gini?
Kalo gue perhatiin, titik permasalahan mendasar di MIRO adalah ketidakjelasan wewenang untuk menyampaikan informasi. Maksudnya gini: kalo mereka memposting sesuatu di account-nya, dan muncul pertanyaan dari para blogger, jawabnya lamaaa.... banget. Seringkali malah nggak dijawab sama sekali. Gue ngebayangin di kantor MIRO pegawainya pada dorong-dorongan, "eh, ini gimana nih jawabnya? Elu gih yang jawab!"
"Loh kok gue? Elu dong yang tuaan!"
"Ah nggak berani gue, tunggu boss aja deh..."
Tentunya ini bikin para blogger jengkel, dan biasa lah anak-anak MP ini sambil nunggu jawban yang nggak kunjung datang main sahut-sahutan sendiri, ngasih komen yang nggak nyambung, bahkan posting foto-foto ajaib. Dan kebiasaan ini lantas disebut 'rusuh'. Ya kalo elu ngerespon dengan bener, anak-anak ini nggak akan rusuh dong, MIRO... gimana sih?



Salah satu personil MIRO konon pernah curhat, dia merasa serba salah menghadapi para bloggers MP. Padahal kuncinya sederhana aja: kalo orang nanya, dijawab. Kalo ternyata jawabannya ngambang / kurang jelas, ya harus siap untuk ditanya lagi. Sederhana banget kok.

Pihak MIRO sendiri berulang-kali janji akan memperlakukan para blogger sama dengan para online seller, dalam arti diperhatikan kebutuhannya. Nyatanya, silakan bandingkan sendiri keadaan group sellers vs group bloggers bentukan MIRO :-) Yang lebih dahsyat lagi, Stefan Magdalinski, orang yang tadi pagi bikin pengumuman akan menghapus fitur blog, nggak sampe 3 bulan yang lalu menjamin nggak akan menghapus fitur blog dari MP!
OK, hari ini kita sama-sama denger bahwa jaminan itu ternyata omong kosong. MP akan menghapus fitur blog dan fokus pada online seller doang. Sebuah langkah yang salah, menurut gue, karena:
  1. Gue yakin salah satu faktor yang menarik para online seller buka lapak di MP adalah keberadaan para blogger. Kalo gue memposisikan diri sebagai online seller MP, gue akan merasa lebih aman bertransaksi dengan blogger yang jelas identitasnya, udah punya posting banyak, punya contact banyak, ketimbang dengan user yang headshotnya masih pentol korek. Blogger bukan cuma pasar yang potensial, tapi juga lebih aman buat para seller.
  2. Seller butuh blogger untuk memberikan endorsement. Salah satu hal yang paling berharga bagi online seller adalah kesaksian para konsumen yang puas. Nah blogger digusur, dari mana mereka bisa mengharapkan endorsement? Dari sesama seller kah?
  3. Blogger MP itu mauan. Asal diperlakukan dengan baik, didengerin, nggak diancam-ancam, mereka sangat mau membantu untuk berbagai kegiatan - khususnya yang bersifat sosial. Gratis pulak. Kalo perusahaan lain harus investasi duit sangat gede untuk membentuk dan membina komunitas konsumennya, MP udah punya komunitas solid tanpa usaha (apalagi duit) sedikit pun. Ini sebenernya potensi marketing yang sangat luar biasa buat MP, apalagi mengingat anak-anak sini doyan pasang foto sampe beratus-ratus tiap kali abis bikin kegiatan.
Tapi yah, rupanya si Stefan nggak melihat ke arah situ. Reaksi gue saat ini lebih ke sebel daripada sedih atau kuatir. Memang akan capek untuk pindahan ke blog baru, tapi harus diakui lama-lama di sini emang bikin kesel.Makanya gue nggak tertarik untuk ikutan tanda tangan petisi biar Stefan membatalkan keputusannya. Juga kurang tertarik dengan usulan untuk tetap mempertahankan fitur blog dengan membayar sejumlah uang. Sebagai mesin blog, MP itu sangat ketinggalan jaman kok. Nggak bayar aja rugi, apalagi bayar. Dan rasanya makin nggak rela kalo setelah bayar pun pelayanannya masih akan kacrut kayak gini. Kata orang jawa, kalo mau hapus blog hapus aja sana, ra patheken!
So, it's time to move on. Delapan tahun memang bukan waktu yang sebentar. Gue dapet banyak banget ilmu, pengalaman, dan yang lebih penting: teman-teman yang baik di sini. Teman-teman yang selalu bikin keluarga gue bertanya-tanya:

"Itu temen-temenmu dari mana? Temen kuliah?"
"Bukan."
"Kantor?"
"Bukan. Dari internet."

Delapan tahun lalu gue sendiri nggak akan kepikiran bisa berteman sedekat ini dengan orang-orang yang tadinya hanya bisa dibaca tulisannya atau dilihat fotonya di internet. Tapi ternyata bisa, dan pertemanannya udah nggak lagi terbatas di MP.


Selamat berpisah buat MP, tapi enggak buat MPersnya. Gue yakin kita masih akan tetep bisa nyambung lewat media yang berbeda.

Ini adalah tulisan terakhir gue di MP. Selanjutnya, gue akan ngeblog di ocehansimbot.blogspot.com. Kalian yang punya akun google, bisa ikut ngasih komen di sana dan tetep akan bisa gue kenali identitasnya.

Terima kasih banyak untuk 8 tahun yang luar biasa di sini.

-The Final Curtain is closed -

Sunday, July 22, 2012

[review] The Dark Knight Rises

Film yang mengambil setting 8 tahun sejak The Dark Knight ini menceritakan Batman yang udah mengundurkan diri dari urusan persuperheroan. Bukan cuma Batman-nya, tapi Bruce Wayne-nya juga menutup diri dari pergaulan. Gotham City damai tenteram sampe Komisaris Gordon bilang, "kalo keadaannya begini terus, lama-lama tugas polisi adalah nagihin buku yang telat dikembaliin dari perpustakaan."


Tapi kemudian muncullah Bane (Tom Hardy), penjahat super sadis yang kesadisannya dimunculin sejak awal film. Bane punya rencana besar untuk menghancurleburkan kota Gotham. Dan, menurut gue, di sinilah masalah buat gue, sebagai penonton, dimulai.

Maksud gue gini:

Setiap superhero punya musuh yang lebih kuat dari dia, itu udah jadi rumus baku. Misalnya, di film The Amazing Spider-Man: digambarkan kekuatan The Lizard lebih besar dari Spiderman. Badannya lebih gede, cakarnya maut, dan kalo tangannya putus bisa numbuh lagi. Pas Spider-Man berantem lawan The Lizard, penonton harap-harap cemas ingin tau gimana caranya Spiderman ngalahin musuhnya, karena di atas kertas The Lizard lebih unggul dari Spider-Man. Bayangin kalo The Lizard ini kurus kering, kena tonjok sekali pingsan, atau kalo kaget latah, penonton nggak akan tertarik nonton berlama-lama. Tapi sebaliknya, kalo The Lizard digambarkan segede Godzilla, tingginya 60 meter, kebal peluru dan bisa nyemburin api dari mulutnya, juga nggak akan seru. Selisih kekuatannya kejauhan, dan nggak banyak yang bisa dilakukan Spider-Man untuk ngelawan musuh sedahsyat itu. Kalopun menang, pasti berkat campur tangan pihak-pihak lain yang ngebantuin Spider-Man.

Dan itu adalah yang pertama kali terlintas di benak gue saat ngeliat skala kerusakan yang ditimbulkan oleh Bane.

Bane bikin kerusuhan yang melibatkan ribuan napi, banyak bom, teror, dan pada saat yang bersamaan juga memerangkap pasukan polisi sehingga nggak bisa bergerak. Kekacauan sebesar itu rasanya nggak mungkin diberesin sendirian oleh si Batman yang nggak punya kekuatan super - terlalu jomplang. Batman butuh banyak bantuan untuk mengatasinya. Artinya, peran Batman dalam menyelesaikan problem ini nggak akan terlalu besar. Terus, ngapain juga harus ada dia?

Andaikan ini bukan film Batman, melainkan film action biasa, mungkin gue nggak akan serewel ini. Ceritanya dibangun kuat, plotnya berlapis, dan menyediakan banyak kejutan. Tapi masalahnya ini film Batman, dan udah film ke tigas di tangan sutradara yang sama. Konsekuensinya
  1. Penggemar Batman ingin tokoh ini tampil heroik, kelihatan jagonya, sementara di film ini yang menonjol malah gotong royongnya. Nggak ketemu.
  2. Penggemar Batman yang apal dengan silsilah tokoh-tokoh di sekitar Batman akan dengan mudah menebak siapa identitas orang-orang baru yang bermunculan di film ini. Kejutannya akan mudah ketebak.
  3. Kalopun nggak terlalu kenal dengan tokoh-tokoh pendamping Batman, penonton film Batman versi Nolan sejak awal pasti apal dengan kebiasaannya menyajikan tokoh-tokoh penuh pengkhianatan. Tokoh yang kelihatan terlalu baik di awal film, pasti belakangan akan ketahuan belangnya. Eh di film ini pola yang sama juga diulang lagi. Ini juga merusak kejutan yang coba dibangun oleh film ini.
Tiga konsekuensi tadi, bagi gue, bikin film selama nyaris 3 jam ini ngebosenin banget. Maksud gue: woy, gue ingin nonton Batman si superhero, kenapa yang nongol aki-aki pasien radang sendi gini? Nggak asik banget. Dan si Bane: rasanya nggak cukup kuat penjelasan mengapa dia harus pake topeng aneh itu. Mana topeng itu bikin suaranya jadi nggak jelas kayak orang ngomong sambil ngemut pel. Kayaknya Nolan mencoba mengemas Bane sebagai sosok penjahat yang jauh lebih serem dan berbahaya daripada The Joker, tapi nggak terlalu berhasil deh. Masih lebih ajaib The Joker, yang ngomong biasa aja bikin penonton mikir 'ni orang freak mampus'. Catwomannya lumayan. Anne Hathaway dengan image gadis lugunya ternyata cukup berhasil berubah jadi cewek sexy yang berbahaya. Keren, lah.   

Tapi tetep aja sih: pas keluar bioskop gue masih terkenang-kenang betapa serunya film The Amazing Spider-Man...
===
Kunjungi juga tulisan ini di Mbot's HQ mbot.multiply.com

Saturday, July 14, 2012

[2012-031] Yuk Bantuin Kaum Difabel dengan Beli Kaos Ini!

DARE Foundation adalah organisasi nirlaba untuk membantu kaum difabel fisik mendapatkan pelayanan rehabilitasi medis dan menyediakan alat prostetik dan ortotik. Istilahanya ngeri? Ini juga gue baru googling, dan intinya sih yayasan ini membantu orang-orang yang kehilangan tangan / kaki dengan cara memberikan tangan / kaki palsu secara gratis. Gue tau tentang DARE Foundation ini dari Dayana, salah satu penghuni lama MP, jadi insya Allah bukan hoax atau aksi tipu-tipu.

Kalian juga bisa membantu gerakan ini dengan cara membeli kaos bertuliskan I DARE to help the difables seharga Rp. 150.000 saja.

desain kaos

Caranya cukup dengan mentransfer uangnya ke salah satu rekening berikut:

BCA 037 2462 947 an Dayana Lady

Mandiri 137 00 0648 576 3 an Dayana Lady

dan tuliskan "DARE"/size kaos yg diingini di kolom berita.

Ukuran kaosnya sebagai berikut:

ukuran kaos

Selain dengan cara beli kaos, hanya dengan dengan menyumbangkan Rp. 500.000 (lebih murah dari harga sepasang sendal Crocs) kalian sudah membantu 1 orang difabel memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Kalo mau tanya-tanya lebih lanjut tentang DARE Foundation, silakan mampir di posting Dayana yang ini, atau kunjungi website resmi DARE Foundation di www.darefoundation.or.id. atau follow twitternya di @DARE_Foundation atau like FB pagenya DARE-Foundation

Cuma beli kaos doang pastinya bisa dong... Yuk, bantuin!

Wednesday, July 11, 2012

[2012-030] Kiat Elegan Pamer Colongan di Social Media

Harus diakui: kadang hidup ini berjalan terlalu indah untuk dinikmati sendiri. Sesudah sekian lama lu eneg ngerasain hidup ngebelangsak sementara orang-orang kayaknya pada bahagia amat, akhirnya datang kesempatan untuk nunjukin lu juga OK. Udah bukan jamannya lagi curcol (curhat colongan), sekaranglah waktunya pamcol (pamer colongan).

Tapi... gimana caranya?

Tenang. Buat apa ada social media? Inilah kegunaan utama twitter, facebook, dan blog: agar lu bisa pamcol secara nyaman dan efisien. Nyaman karena bisa dilakukan di mana aja, efisien karena sekali pamcol yang tahu bisa seluruh dunia. Jauh lebih efektif daripada pamcol di ajang arisan atau pas ngerumpi setelah makan siang.

Yang perlu diwaspadai adalah kemasannya, agar jangan sampe kentara banget bahwa lu lagi pamcol. Lu harus mengemas pamcol secara cantik, agar citra lu tetap elegan. Beginilah beberapa triknya:


1. Nanya

Trik: membungkus subyek pamer lu dalam sebuah pertanyaan, sambil tetap memastikan para pembaca menangkap pesan di baliknya.

Contoh:

"Tweeps, kalo mobil Eropa di atas 3.000 cc tuh ganti olinya harus berapa sering sih?"

Nggak ada mobil Eropa di atas 3.000 cc yang harganya di bawah 200 juta. Orang akan tahu siapa elu.


2. Berdoa

Trik: Berdoa itu ibadah, hanya orang kafir yang marahin orang lagi berdoa. Maka, kemaslah pamcol dalam doa.

Contoh:

"Ya Tuhan, semoga kami sekeluarga sehat menjalani liburan ini, karena denger-denger di sana suhunya minus 4 derajat."

Orang akan tahu, tempat liburan lu bukan tempat sembarangan. Nggak mungkin ke Parangtritis.


3. Bersyukur

Trik: memang kalo lagi senang jangan lupa bersyukur, tapi apa asiknya bersyukur sendirian? Pake social media dong.

Contoh:

"Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa leluasa main di halaman."

Pesannya jelas, rumah lu bukan di gang lagi.


4. Ngomel cantik

Trik: mengemas pamcol dalam nada teguran atau omelan ringan, seolah-olah bagian dari komunikasi sehari-hari.

Contoh:

"Duh dasar si Papa nih aneh-aneh aja. Masa bawa oleh-oleh kalung Tiffany's sampe 5 biji gini. Kapan makenya, coba?

Si Papa emang dodol, bawanya tanggung amat cuma 5. Selusin dong.


5. Mengeluh

Trik: jangan salah, mengeluh juga bisa dijadikan kemasan pamcol. Yang penting kejelian mengemas subyek keluhannya.

Contoh:

"Capek banget hari ini, abis geser-geser perabot ruang tengah biar ada tempat buat TV."

Ini TV-nya nggak mungkin 14", yang ditangkringin di atas kulkas juga bisa.


6. Mengagumi Alam

Trik: apa hubungannya alam dengan pamcol, lu tanya? Erat, lagi-lagi tergantung sudut pandang dan jangan lupa: foto.

Contoh:

"Pas mau pulang kantor, menikmati dulu sunset yang keren ini." -> disertai foto sunset yang diambil dari dalam ruang kantor.

Catatan: 1. nggak ada kroco yang ngantor dapet ruangan, apalagi ruangan deket jendela. 2. Pastikan pemotretan jangan terlalu mepet dengan jendela, agar interior kantor ikut masuk dalam foto.

Nah, gimana, mudah dan nyaman kan pamcol lewat social media? Selamat mencoba!

Gambar dipinjem dari sini

Sunday, July 08, 2012

[2012-029] Unsolved Mystery: Benarkah Cerita Film Click Jiplakan Legenda Asia?

Tahun 80-an dulu, majalah Kawanku adalah majalah anak-anak dengan misi pendidikan. Isinya antara lain biografi tokoh terkenal, dongeng dari manca negara, dan komik si Tomat. Nggak ada artikel semacam "The Art of Flirting" kayak gini:

kawanku jaman sekarang

Salah satu dongeng yang gue inget sampe sekarang adalah dongeng dari sebuah negara Asia (gue lupa antara Cina, Jepang, atau Korea) yang kurang lebih ceritanya begini:

Ada seorang anak muda yang cerdas, sayangnya agak malas. Menjelang ujian sekolah, bukannya belajar dia malah keluyuran di hutan. Dia berkhayal andaikan dia bisa skip ujian itu tanpa repot-repot belajar. Tiba-tiba dia ketemu dengan seorang kakek misterius. Kakek ini ngasih sebuah gulungan benang berwarna putih. Kakek itu bilang, gulungan benang ini adalah benda ajaib yang bisa mempercepat waktu. Setiap kali kita menghadapi hal yang kurang menyenangkan, tinggal tarik sedikit benangnya maka hal itu akan berlalu di belakang kita.

Anak muda itu mencoba gulungan benang pemberian si kakek, dan bener aja, tiba-tiba dia udah melewati ujian tanpa harus belajar. Sesudah itu si anak muda jadi kebiasaan, setiap kali ada hal yang males dia hadapi, dia tarik benang. Lama - kelamaan dia mendapati dirinya udah tua bangka, dan hidupnya berlalu begitu aja tanpa kesan.


Tahun 2006, Adam Sandler merilis sebuah film berjudul Click. Ceritanya kurang lebih kayak gini:

Michael Newman (Adam Sandler) adalah seorang arsitek yang cukup sukses. Saking sibuknya kerja, dia jadi sering cekcok sama istrinya yang merasa kurang diperhatiin. Suatu malam, dia nyasar di sebuah toko besar dan ketemu Morty (Christopher Walken). Morty ngasih sebuah remote control ajaib yang bisa mengontrol waktu.

Sejak punya benda itu, Michael jadi kebiasaan mempercepat waktu. Tiap kali mau berantem sama istrinya, dia teken fast forward dan tiba-tiba aja masalah itu udah lewat. Karena keseringan mempercepat waktu, tiba-tiba Michael mendapati dirinya udah tua dan hidupnya berlalu begitu aja tanpa kesan.


Nah, kedua cerita itu mirip banget kan? Rasanya terlalu mirip untuk sekedar kebetulan. Bedanya cuma di benda ajaibnya doang, yang satu benang, satunya remote control.

Setelah film Click beredar, gue mencoba menelusuri berita terkait film itu, berharap Adam Sandler mengakui bahwa filmnya 'terinspirasi' sebuah legenda kuno. Tapi sampe sekarang, gue belum nemu artikel yang membahas itu. Akhirnya gue jadi ragu sendiri, jangan-jangan gue yang salah inget detil cerita yang di majalah Kawanku dulu itu. Yang bikin gue ragu adalah: film ini udah ditonton jutaan orang dari berbagai negara, pastinya. Kalo memang bener ceritanya mirip dengan legenda di suatu negara, masa nggak ada sih penonton dari negara tersebut yang berkomentar? Yang jelas, dari ratusan komentar penonton film Click di situs IMDB.com, gue belum nemu yang memiripkan ceritanya dengan legenda manapun.

Pertanyaannya, ada nggak sih di antara kalian yang pernah baca cerita yang gue maksud di majalah Kawanku, atau minimal pernah denger dongeng yang mirip cerita film Click ini? Kalo iya, judulnya apa dan berasal dari negara mana?

[review] Brave

Film yang mengambil setting di Skotlandia jaman dulu kala ini menokohkan Merida, seorang putri raja yang tomboy. Berlawanan dengan keinginan ibunya agar tampil anggun dan feminin, Merida senang keluyuran naik kuda ke hutan sambil latihan memanah. Suatu hari, datang utusan dari 3 klan yang siap adu ketangkasan. Pemenangnya akan berhak menyunting Merida. Dasar tomboy, Merida menentang habis-habisan rencana ini. Sebaliknya, ibunya berkeras memaksa Merida mengikuti permainan, demi stabilitas politik dengan ketiga klan tersebut. Merasa putus asa karena nggak didengar, Merida kabur ke hutan. Di sana dia kenalan dengan seorang nenek sihir, yang kemudian ngasih sebuah kue yang dijanjikan dapat mengubah ibunya.
Sepulang dari hutan, Merida menyuguhkan kue ini kepada ibunya. Harapannya agar sang ibu mau mengubah niatnya menyuruh kawin. Ternyata memang bener ibunya berubah, tapi ke arah yang sama sekali nggak disangka-sangka. Repotnya, sihir itu hanya punya waktu 2 hari untuk dibatalkan. Kalo dalam 2 hari belum batal, efeknya akan permanen. Sisa filmnya lantas bercerita tentang petualangan Merida dan ibunya mencari jalan membatalkan kutukan tersebut, sambil berproses untuk saling mengerti dan saling menghargai pendapat.
Film buatan Pixar biasanya punya cerita yang unik dan belum pernah ada. Monsters Inc., misalnya, menyodorkan teori bahwa ternyata monster dalam lemari itu hanya sekumpulan pegawai yang dikejar target ngumpulin energi listrik. The Incredibles, memotret sisi konyol super hero pensiunan. Atau yang paling legendaris, trilogi Toy Story, tentang mainan yang punya pikiran dan perasaan. Sayangnya, keunikan itu nggak gue temukan di film Brave ini. Ceritanya sekilas mirip dengan The Emperor's New Groove atau Brother Bear.
Bukan berarti film ini jelek ya. Penuturan ceritanya mudah diikuti bahkan oleh bocah seumur Rafi, gambarnya keren, karakternya hidup, dan ada banyak adegan seru. Tapi ngeliat pesan utamanya yang rada usang (perbedaan pendapat bisa diatasi selama mau berusaha saling mengerti) dan penyelesaian konflik lewat pidato di depan orang banyak, rasanya bukan kelasnya Pixar. Mudah-mudahan film berikutnya bisa lebih baik dari ini.

Saturday, July 07, 2012

[2012-027] Panduan Menghadiri Resepsi Pernikahan bagi Orang Tolol (baca: for dummies)


Siapa yang baru-baru ini menghadiri resepsi pernikahan? Gimana, ketemu orang-orang aneh di sana? Yak, sesudah 67 tahun merdeka dan ada 55 juta orang melek internet di negara ini, sangat memprihatinkan melihat masih banyaknya orang salah tingkah di resepsi pernikahan. Yang gue maksud adalah dalam arti sebenarnya, yaitu bertingkah yang salah.
Daripada sebatas prihatin doang tanpa solusi, gue akan mencoba memberikan panduan dasar mengenai adab yang baik dan mudah-mudahan benar, minimal aman, saat mengunjungi sebuah resepsi pernikahan.

Memilih busana
  1. Untuk cewek-cewek yang mau pake strapless bra, 3 kata yang penting lu ingat: UKURAN YANG TEPAT. Jangan sampe lu lagi ngantri salaman dengan anggunnya, trus tiba-tiba orang di belakang lu colek-colek, "Mmm... mbak, sori, itu... ITUNYA jatuh..."
  2. Kepantasan busana itu sifatnya normatif. Jadi kalo lu mau pake gaun malam backless ke resepsi siang, silakan aja. Orang pada mendelik ngeliatin elu? Biarin aja, itu masalah mereka. Itu baru akan jadi masalah lu kalo elu yang jadi jengah karena diliatin semua orang.
  3. Dan akan jadi masalah bagi mempelai bila lu lantas berusaha menutup bagian-bagian terbuka dari busana lu menggunakan tanam-tanaman dekorasi.

Mengisi buku tamu dan kotak amplop
  1. Tujuan disediakannya buku tamu adalah untuk membantu keluarga mengingat siapa aja tamu yang datang. Jadi kalo lu isi dengan "Hamba Allah" itu sama sekali nggak ngebantu.
  2. Di beberapa resepsi, amplop dari tamu diberi nomor urut sesuai isian di buku tamu. Tujuannya agar keluarga bisa tahu berapa sumbangan yang diberikan masing-masing tamu, dan bisa membalas dengan pantas di kesempatan yang akan datang. Kalo minder dengan isi amplop lu, dapat mengalihkan perhatian penerima tamu dengan "Hei lihat, ada apaan tuh!" lalu buru-buru memasukkan amplop ke kotak sebelum sempat dinomori.
  3. Atau tulis aja "Hamba Allah" di buku tamu.
  4. Bagi yang punya nama pasaran, harap tahu diri. Beri sedikit keterangan tambahan tentang diri lu. Mengisi buku tamu dengan "Budi - Jakarta" itu hampir sama kaburnya dengan ngisi "Hamba Allah".

Bersalaman dan foto bersama mempelai
  1. Perlu diketahui bahwa foto-foto pre-wedding yang dipajang di arena pesta adalah hasil kerja keras fotografernya, baik secara fotografi maupun secara photoshop, untuk menampilkan sisi terbaik para mempelai. Bersalaman sambil ngomong "ih, aslinya BEDA BANGET ya sama foto pre-weddingnya" adalah tidak perlu dan tidak sopan.
  2. Kalo tamu pestanya sampe ribuan, ada kalanya mempelai menderita mabok tamu dan nampak pangling sama elu. Terimalah hal ini sebagai peristiwa yang wajar dan manusiawi. Nggak usah "Hei! Ini gue, Budi Susanto! Temen waktu SMA dulu! Pangling ya sama gue Pangling? Sombong ih! Inget nggak waktu..." Nyet, di belakang masih banyak yang ngantri.
  3. Ucapan 'selamat ya!' sudah cukup. Nggak usah ditambah dengan pertanyaan spekulatif seperti 'Oh akhirnya lu milih yang INI toh...?'
  4. Yang pake baju item dan mondar-mandir nenteng kamera video segede gaban itu biasanya petugas dokumentasi. Nggak perlu lu salamin juga.
  5. Saat foto bersama adalah saatnya lu menentukan pilihan: ingin di sebelah mempelai pria, ATAU di sebelah mempelai wanita. Nggak bisa dua-duanya, sebab artinya lu akan ada di tengah. Kecuali umur lu 10 tahun, posisi ini akan aneh. Dan ganggu.
  6. Berikan pose terbaik, dan biarkan fotografer bekerja. Nggak perlu buru-buru minta lihat kameranya, apalagi minta foto ulang karena merasa diri jelek di foto tersebut. Kamera itu alat buatan manusia, kemampuannya ada batasnya. Kalo udah difoto 20 kali masih jelek juga, jangan-jangan problemnya bukan di kamera maupun fotografernya...


Antri makanan
  1. Makanan disediakan sebagai penghargaan yang punya hajat atas kehadiran lu. Nggak perlu berusaha mengimpaskan pengeluaran duit amplopan dengan cara mengganyang makanan sebanyak-banyaknya, termasuk 'take away' hidangan menggunakan plastik kresek.
  2. Apalagi rantang susun.
  3. Keikhlasan sebagai tamu diuji saat ternyata hidangannya ternyata kurang enak. Terima saja dengan besar hati. Nggak perlu komplen ke mempelai, apalagi minta amplop dibalikin sama penerima tamu.
  4. Efisien itu baik, tapi kalo lu berkeliaran di pesta dengan bawa piring berisi nasi, lauk, sayur, zuppa soup, mi kocok, buah potong, pudding dan es puter sekaligus, lu akan nampak menyedihkan.
  5. Di gubuk makanan biasanya disediakan petugas. Untuk membantu mempercepat proses distribusi makanan, bukan untuk melayani permintaan modifikasi seperti "Bang, mi kocoknya satu, rebus minya lamaan dikit biar empuk, tetelannya banyakin, saos dikit aja tapi sambel banyak, nggak usah pake daun bawang." Kebiasaan ngantri bakso di Blok S harap jangan dibawa ke resepsi.
  6. Keakraban dengan teman seyogyanya dipupuk secara kontinu, bukan secara dadakan hanya karena ngeliat dia di posisi paling depan pas ngantri kambing guling.
  7. Di dekat panci sup biasanya ada sebuah piring kosong. Itu adalah tempat untuk naro centong sup. Setelah lu ngambil, taro lagi centongnya di piring itu, jangan lu cemplungin ke panci. Nyusahin orang.
  8. Sebaliknya, kadang elu yang apes nemuin centong sup tenggelam dalam panci. Dalam situasi seperti itu, "Nggak papa, nggak panas kok" bukanlah jawaban yang tepat kepada orang yang mempertanyakan aksi lu mengambil centong tersebut menggunakan tangan kosong. Poinnya bukan di 'panas', Pret..

Menyanyi
  1. Kalau MC bilang "bagi hadirin yang ingin menyumbangkan lagu, kami persilakan" itu adalah tawaran - bukan tantangan. Nggak perlu panas dan merasa harus membuktikan kemampuan olah vokal. Terutama kalo bukti yang mendukung eksistensi kemampuan lu memang masih sangat terbatas.
  2. Yang dimaksud dengan 'menyumbangkan lagu' adalah memberikan sumbangan, berupa lagu. Bukan membuat lagu menjadi sumbang.
  3. Sesuaikan lagu yang akan lu sumbangkan dengan yang dibawakan band selama resepsi. Kalau selama resepsi band memainkan lagu-lagu jazz, misalnya, kemungkinan lagu-lagu jenis itulah yang ingin didengar mempelai di pestanya. Nggak perlu ngotot nyumbang lagu 'Iwak Peyek'.
  4. Volume TIDAK dapat mengkompensasi akurasi nada. Artinya, kalo udah tau fals, jangan tambah kenceng nyanyinya.
  5. Lazimnya orang menyanyi sambil membawa mic, ada juga yang sambil bawa alat musik. Bukan piring nasi.
  6. Kalau hidangan didominiasi menu-menu masakan Padang, khususnya dendeng balado, ada baiknya ngaca dulu sebelum naik panggung. Hadirin akan sulit menghayati syahdunya sebuah lagu saat melihat ada selembar cabe di gigi penyanyinya.
  7. Ada alasan khusus mengapa penyanyi seperti Whitney Houston dibayar mahal, yaitu karena kemampuan vokalnya di atas rata-rata. Kalau kemampuan vokal lu di kutub yang berseberangan dengan Whitney Houston, hindari menyanyikan lagu-lagunya, seperti 'I Will Always Love You', misalnya. Akan sangat mendebarkan bagi hadirin, terutama menjelang bagian "And I..." di akhir lagu.
  8. Penghayatan lagu itu baik, tapi jangan sampai nangis. Apalagi nangisnya sambil ngelihat ke arah mempelai. Lagunya 'Tenda Biru' pula. Orang akan bertanya-tanya.
Foto: kawinan rusuh 3 Juli 2005

Friday, July 06, 2012

[2012-026] Hantu macam apa itu?

Salah satu kesepakatan nggak tertulis di dunia twitter adalah: saat seseorang mentwitkan kesialannya, para followernya boleh ikutan 'ngetawain' lewat mention - tentunya dalam konteks bercanda. Sebagai sopan santun, orang yang diketawain akan meretweet mention yang dianggapnya menarik disertai komentar. Kalo diperhatiin, jurus ini yang sering dipake oleh selebtwit @poconggg: dia curhat tentang kejombloan dan kebelumlulusannya dari kuliah, trus nanti para followernya akan mem-bully dengan komentar yang lucu-lucu.

Malam ini, Pak Dokter Ferdiriva Hamzah penulis buku Cado-Cado 'mengeluh' bahwa dia lagi nginep di Hotel Majapahit Surabaya yang terkenal angker. Kontan bermunculanlah mention aneh-aneh yang malah nakut-nakutin dia dengan segala cerita horor yang konon pernah terjadi di sana. Salah satunya mengirimkan link ke sebuah blog berisi kumpulan legenda hantu Hotel Majapahit. Pas gue buka, di situ ada cerita tentang hantu anak kecil Belanda di lobby, suara cewek nangis, dan sebagainya. Rata-rata standar perhantuan, lah.

Tapi ada satu yang menarik perhatian gue:


Sebentar...

Hantu...
...mirip...
...permen?

Setengah mati gue berusaha ngebayangin kayak apa bentuk hantunya. Hantu apaan yang bentuknya mirip permen?

Kalo denger cerita orang tentang hantu, biasanya suka dibumbui dengan keterangan bahwa si korban nggak langsung sadar sedang berhadapan dengan hantu, karena dikira benda lain.

"...tadinya gue kira guling, pas mau gue peluk ternyata...pocong!"

atau sejenis.

Tapi kalo hantunya mirip permen, gimana coba?

"...tadinya gue kira permen, pas mau gue emut ternyata... hantu!"

Rasanya rada kurang pas seremnya, ya?

Tapi setelah melalui proses perenungan yang cukup dalam, akhirnya gue berkesimpulan bahwa yang dimaksud dengan hantu mirip permen itu mungkin bentuknya kayak gini kali ya...


...


...


...


...


...


...


[2012-025] 4 Layanan yang Seharusnya Ada di Rumah Sakit Bersalin Elit

Beberapa minggu (atau bulan, ya? - mulai sering kehilangan orientasi waktu gini) yang lalu gue jenguk seorang teman melahirkan. Setelah pertanyaan standar seperti berat dan panjang bayi berapa, lahir normal atau cesar, dan ASI keluar atau enggak, topik obrolan beralih ke mahalnya biaya melahirkan di rumah sakit. Sebuah rumah sakit terkenal memasang tarif persalinan normal menginap 3 hari 2 malam sebesar 25 (yak betul, DUA PULUH LIMA) JUTA. Kalo pake operasi, tambah 15 juta lagi alias jadi 40 (EMPAT PULUH) JUTA. Masih kurang nendang? Lu juga bisa melahirkan di kamar Super VIP dengan biaya tembus 3 digit alias 100 (SERATUS) JUTA seperti ibu seleb yang satu ini. Hu to the An to the Jret!

Gue mikir, kira-kira layanan macam apa sih yang disediakan sampe 'tega' pasang tarif setinggi itu? Kamar luas? Makanan dimasak oleh chef? Hotel bintang 5 di Jakarta, rate per malamnya kira-kira 5 jutaan. Nginep 3 hari 2 malam kan cuma 10 juta. OK deh, kali ibunya betah, jadi nambah semalem lagi. Cuma abis 15 juta. Trus yang 85 juta buat bayar apanya ya?

Kalo menurut gue, rumah sakit bersalin boleh-boleh aja pasang tarif mahal asalkan mereka sanggup ngasih fasilitas kayak gini:

1. Guest Relationship Officer

Udah jadi kesepakatan umum bahwa pasien kelas VIP atau lebih tinggi boleh dijenguk kapan aja tanpa dibatasi jam kunjungan. Akhirnya tamu datang di jam yang sesuai dengan kenyamanan udel mereka masing-masing. Kalopun dicegat satpam, biasanya beralasan, "Saya udah ditunggu, saya ini tamu dari luar kota." Padahal dia belum tentu ditunggu, dan udah pasti bukan dari luar kota.

Guest Relationship Officer solusinya.

Para ibu melahirkan nggak perlu buang-buang energi untuk menyambut tamu, karena begitu tamu dateng, mereka akan disambut seorang mbak-mbak dengan sapaan kurang lebih:

"Selamat datang di kamar bersalin Ibu Yanti! Mohon maaf sekali, Ibu Yanti belum dapat menemui Anda. Sambil menunggu, silakan membaca brosur ini. Di dalamnya ada informasi tentang berbagai pertanyaan standar yang biasanya Anda tanyakan, seperti berapa berat dan panjang bayi, kapan pecah ketuban, bayi mirip siapa, dan sebagainya. Kalau masih kurang jelas, silakan tanyakan kepada saya!"

2. Drama Reka Ulang

Kadang beberapa tamu ingin informasi yang jauh lebih detil ketimbang data bayi. Mereka ingin tau seperti apa suasana di kamar bersalin, bayinya langsung nangis atau enggak, dan sejenisnya. Untuk menjawabnya, rumah sakit bersalin super VIP harus menyediakan fasilitas drama reka ulang. Jadi begitu para tamu berdatangan, mereka langsung disuguhi tontonan drama reka ulang proses kelahiran, diperankan oleh model profesional. Dengan tambahan sejumlah biaya, drama dapat dikemas dalam bentuk drama musikal, dengan iringan musik orkestra pimpinan Addie MS. Tentunya agar terkesan lebih elegan, drama reka ulang akan dinarasikan oleh Maria Oentoe, ala bioskop 21: "Bukaan 10 telaKH terjadi... Para penonton agar bersiap menyaKHsiKHAN KHElahiran bayi, sebentar lagi..."

3. Gift Advisor

Kadang orang suka kurang kreatif milih kado untuk ibu melahirkan. Setelah rombongan tamu datang, rata-rata ibu melahirkan akan punya 12 tas bayi, 24 alat makan bayi, dan 31 mainan gigit-gigitan bayi. Tentunya hal ini akan kurang berkesan dan mubazir, apalagi bagi para pasien super VIP yang pada dasarnya udah punya segalanya. Untuk mengatasi hal tersebut, setiap tamu yang datang akan disambut oleh Gift Advisor:

"Selamat datang, saya lihat Anda membawa kado untuk Ibu Yanti, ya? Boleh saya buka? Yak... sayang sekali, sampai tadi siang sudah ada 5 tamu yang ngasih kado tas bayi. Dan kebetulan semuanya bermerk, tidak seperti kado Anda ini. Jadi, saran saya, lebih baik kado ini Anda bawa pulang lagi, dan ganti dengan kado lain yang lebih kreatif. Di lobby ada toko peralatan bayi, tapi kalau Anda tidak ingin repot, Anda bisa juga membeli langsung dari saya. Menerima pembayaran tunai, debit, maupun credit card."

4. Stunt Baby

Kadang para tamu suka nggak tau diri ya, abis ngupil, garuk-garuk pantat, atau ngorek-ngorek sampah, belum cuci tangan, udah mau gemes-gemes bayi. Ini kan berbahaya bagi kesehatan bayi. Untuk itu, rumah sakit dengan layanan super VIP menyediakan Stunt Baby alias bayi pengganti. Jadi bayi asli yang baru lahir disembunyikan di ruang yang aman dan steril, sementara untuk menyambut tamu disediakan bayi pengganti. Toh bayi kan tampangnya sama semua. Walaupun bayi yang dipajang bukan bayi yang asli, pasti akan ada pengunjung yang berkomentar, "Wah, hidungnya mirip bapaknya yaaa..." atau "Matanya itu lho, mata ibunya banget!"

.Gimana, para rumah sakit bersalin elit, ada yang sanggup menyediakan 4 layanan ini?

Thursday, July 05, 2012

[review] The Amazing Spider-Man

Gue sebenernya rada pesimis dengan reboot film Spider-Man ini, karena:
  • kostumnya nampak terlalu sederhana, nggak glossy kayak kostumnya Tobey Maguire. Lambang laba-laba di punggungnya juga nampak terlalu kurus, nyaris nggak kelihatan.
  • trailer terakhir yang dirilis berdurasi 6 menit. Ini pertanda apa kalo bukan kurang pede takut filmnya nggak laku?
  • tongkrongan Andrew Garfield nampak kurang nerd, kalo dibandingin dengan kadar ke-nerd-annya Tobey. Padahal Peter Parker seharusnya super nerd.
  • setelah Spider-Man 3 menampilkan Venom, musuh terbesarnya, seharusnya film selanjutnya menampilkan musuh yang lebih sangar lagi. Carnage, misalnya. Masa The Lizard?
Tapi ternyata film ini mampu melewati semua ekspektasi gue.
Walaupun nggak mirip sama versi Tobey Maguire, Peter Parker versi Andrew Garfield ini ternyata juga nerd abis. Pasti kalian juga punya temen sekolah model gini:  jarang ngomong, nggak punya temen, nggak ada yang tau kegiatannya di luar sekolah ngapain, tapi pinter. Yang sering jadi korban bullying, tapi sekalinya ngamuk nakutin. Di tangan Andrew Garfield, Peter Parker jadi sosok yang jauh lebih gelap dan kompleks. Bener-bener keputusan yang tepat untuk menunjuk dia berperan sebagai Peter Parker, apalagi mengingat nama Taylor Lautner, si pemeran Twilinght bermuka datar itu, sempet dipertimbangkan juga. Fiuh, untung nggak jadi. Interpretasi Tobey dulu sih nggak keliru juga. Dia cukup nerd, tapi ke arah yang sama sekali beda. Maunya mungkin nerd yang sensitif, tapi jatuhnya malah jadi cengeng. Gue sampe nyesel pernah ngasih 4 bintang untuk Spider-Man 3 yang pernah gue tulis di sini.

Film dibuka dengan masa kecil Peter Parker bersama orangtua yang masih lengkap, Richard dan Mary Parker. Suatu malam, terjadi sesuatu yang bikin Richard memutuskan untuk menitipkan Peter ke rumah saudaranya, Ben (Martin Sheen) dan May (Sally Field). Sejak itu orangtua Peter menghilang.
Cerita loncat ke masa Peter udah SMA. Dalam sebuah acara beres-beres rumah, dia nemuin sebuah tas kerja milik bapaknya. Di dalamnya ada beberapa petunjuk samar tentang pekerjaan bapaknya di OsCorp. Karena penasaran, Peter berhasil menyelundup masuk ke perusahaan itu dan berkenalan dengan Dr. Curt Connors (Rhys Ifans), mantan temen kerja bapaknya. Dr. Connor yang tangannya putus satu ini lagi mempelajari kemungkinan pencangkokan sel hewan ke manusia. Obyek penelitiannya adalah kadal, karena binatang ini bisa menumbuhkan ekornya yang putus. Dia berharap kalo penelitiannya berhasil, tangannya bisa ditumbuhin lagi. Selain itu di beberapa adegan juga ada petunjuk bahwa hasil penelitian Dr. Connors sangat ditunggu-tunggu oleh Norman Osborn, pemilik OsCorp, karena si Norman ini lagi mengidap suatu penyakit yang harapan sembuhnya cuma dari penelitian Dr. Connors doang. Penelitian Dr. Connors hampir rampung, cuma belum nemu orang yang mau dijadiin kelinci percobaan untuk serumnya. Tentunya dari sini kalian udah bisa nebak ke arah mana cerita berkembang.

Di film ini, pacar Peter Parker bukan Mary Jane tapi Gwen Stacy (Emma Stone). Ini lebih mendekati alur cerita di komiknya, di mana Peter lebih dulu kenal Gwen, temen sekolahnya, ketimbang Mary Jane yang baru dikenalnya setelah kerja. Beda dengan di filmnya Sam Raimi, digambarkan MJ itu tetangga sekaligus temen sekolah Peter. Waktu nonton trailernya, gue rasanya kurang sreg dengan Emma Stone sebagai Gwen Stacy ini. Rasanya kurang 'menggemaskan', gitu. Tapi setelah ditonton di filmnya, ternyata dia tipe orang yang semakin lama didengerin ngomong semakin keliatan cantik*. Yang jelas, karakternya jauh lebih tangguh daripada MJ versi Kirsten Dunst yang kerjanya jerit-jerit minta diselamatkan dan ujan-ujanan nggak pake bra.

Secara keseluruhan, perbandingan film "The Amazing Spider-Man" terhadap "Spider-Man 3" itu seperti "Batman Begins" terhadap "Batman & Robin". Film ini mengubah sebuah kemasan yang tadinya glossy dan warna-warni jadi lebih gelap dan keras. Sejak awal film, musik latarnya lebih mirip film thriller ketimbang film komik. Cara pengambilan gambarnya juga beda banget. Kalo dulu digambarkan Spider-Man bisa berayun dari gedung ke gedung dengan mulusnya, sekarang dia masih nampak 'gaptek' dengan kekuatannya, masih suka nabrak-nabrak gedung, kepleset, dan salah sasaran waktu nembakin jaring. Kamera seolah-olah ditempatkan 30 cm di belakang punggung Spider-Man dan penonton diajak ikut berayun, nabrak-nabrak, dan terguling-guling. Hebatnya, Marc Webb sang sutradara sebisa mungkin menekan penggunaan animasi komputer untuk adegan action-nya. Menurut dia, adegan action akan lebih seru kalo diperankan langsung. Hebat juga dia, mengingat ini adalah film action pertama yang digarapnya.

Ngeliat dari adegan ekstra di akhir film, gue menduga sequel film ini akan mengangkat Norman Osborn sebagai Green Goblin. Konon sequelnya akan siap rilis tahun 2014. Sayangnya kemungkinan bergabungnya Spider-Man ke dalam sequel The Avengers masih tipis, karena mereka beda perusahaan film .Hak The Avengers ada di tangan Disney Studios, sementara Spider-Man dimiliki Sony lewat Columbia Picturesnya. Mudah-mudahan aja para perusahaan film itu mau kerja sama, ya!

Kesimpulan: ***** dari *****

*fenomena yang bertolak belakang dengan sejumlah artis lain, semisal JuPe.

Wednesday, July 04, 2012

[2012-024] Kenapa harus pake 'he he he' sih?

Malam ini iseng-iseng mampir ke Cali Deli, nostalgia tempat jajanan waktu tinggalnya masih nebeng nyokap. Di sana ada tumpukan majalah yang bisa dibaca di tempat. Ida ambil beberapa, salah satunya Cita Cinta edisi Mei 2012 ini.

cover majalah

Sampe akhirnya nemu artikel ini:

judul artikel

Intinya artikel ini ngebahas tentang kenapa banyak cewek tertarik sama pria bule. Ada hasil surveynya juga, seperti ini:

survey 1

Berikutnya survey tentang mengapa cewek Indonesia tertarik dengan pria bule:

survey 2

Tunggu sebentar... ada yang aneh...

hehehe?

Kenapa di akhirnya harus ada 'he he he' ya?

Maksud gue: ini kan hasil survey ya. Lu ambil survey manapun, lu tambahin 'he he he' di belakangnya, maka orang akan bertanya-tanya. Coba deh bandingkan antara ini:


Kandidat cagub DKI incumbent Fauzi Bowo dan Nahrowi Ramli (Foke-Nara) unggul dengan 43,3% suara.

...dengan ini:


Kandidat cagub DKI incumbent Fauzi Bowo dan Nahrowi Ramli (Foke-Nara) unggul dengan 43,3% suara, he he he

Lu akan bertanya-tanya, kan? Ini maksudnya apa? Apakah...


1. surveynya nggak akurat?

Jadi 'he he he' di sini berarti "Bohong ding, bukan 3% yang mau memperbaiki keturunan, tapi 90%"


2. mencoba menetralkan pernyataan yang kemungkinan akan menyinggung?

Ini biasanya kalo lagi timpal-timpalan di blog atau di twitter. Orang suka menambahkan 'he he he' kalo abis ngomong sesuatu yang rada kurang ajar, misalnya:

"Tulisan lu kok garing banget bro, he he he"

Itu artinya: "Tulisan lu serius garing, tapi gue takut dimarahin sama elu jadi gue bikin seolah-olah bercanda."

Atau kalo udah mulai panas, debat, twitwar, biasanya pihak yang mulai merasa kalah posisi menambahkan 'he he he':

"Yah tapi itu sekedar pendapat gue aja ya, he he he"

Kalo memang takut hasil surveynya menyinggung pembaca, kenapa dimuat?


3. puas?

'He he he' bisa juga berarti "Tuh kan gue bilang juga apa, bener kan pendapat gue!"


4. ngeledek?

Dengan kata lain, 'he he he' berarti "kasian deh lu, jelek amat jadi orang sampe merasa perlu memperbaiki keturunan."


Sungguh 'he he he' yang kontroversial, ya.

He he he.

Monday, July 02, 2012

[review] Prometheus

Film dibuka dengan pemandangan bumi yang masih kosong melompong, didarati sebuah pesawat luar angkasa gede. Ada mahluk berkulit abu-abu muncul, kelihatannya berasal dari pesawat gede itu. Dia minum sebuah cairan item, lalu nyemplung ke sungai. Di dalam air, badannya protol satu-satu dan melebur dengan air. Abis itu setting loncat ke tahun 2089. Sekelompok arkeolog yang dipimpin Elizabeth 'Ellie' Shaw  (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menemukan bukti ke sekian di gua bahwa orang-orang zaman purba dari berbagai belahan bumi memuja 'dewa' yang sama. Ellie dan Charlie berkesimpulan, 'dewa' ini adalah pengunjung dari angkasa luar, dan mereka adalah para 'engineer' yang melakukan rekayasa genetik untuk menciptakan manusia di muka bumi.

Empat tahun kemudian, mereka berangkat ke angkasa luar naik pesawat bernama Prometheus untuk mencari planet asal para 'dewa' ini. Ekspedisi ini dipimpin oleh Meredith Vickers (Charlize Theron), dan dibantu oleh robot bernama David (Michael Fassbender). Singkat cerita, rombongan berhasil mencapai planet yang mereka duga sebagai asal-usul mahluk pencipta manusia, tapi dikejutkan dengan berbagai penemuan yang nggak mereka sangka. Salah satunya adalah dugaan bahwa para engineer sedang bermaksud untuk memusnahkan manusia, ciptaan mereka sendiri.

Buat yang udah pernah nonton film-film Alien versi Ridley Scott sebelumnya (Alien, Aliens, Alien 3, dan Alien Resurrection tapi nggak termasuk crossover Alien VS Predator) pasti udah apal komponen yang pasti ada, yaitu:
  • Sekelompok manusia penasaran dengan Alien dan mencoba mempelajarinya.
  • Mereka akhirnya berkesimpulan bahwa Alien adalah mahluk berbahaya, jadi memutuskan untuk kabur.
  • Ada seseorang di tengah kelompok itu (biasanya robot) punya agenda rahasia yang berlawanan dengan niat kelompok untuk kabur
  • Terjadi konflik di tengah kelompok di tengah kejaran  Alien ngamuk sehingga akhirnya semua orang, kecuali 1 orang cewek yang paling jagoan, mati.
Sebagai prequel Alien yang pertama, film ini juga punya komponen yang sama. Bedanya, Alien dalam bentuk yang kita kenal selama ini cuma muncul sedikit banget. Tapi desain pesawat, bangunan, dan mahluk-mahluk yang muncul rasanya masih punya kemiripan gaya dengan film-film Alien sebelumnya. Nggak heran karena seniman surealis HR Giger, orang yang pertama kali menciptakan desain mahluk Alien, lagi-lagi dilibatkan dalam film ini. Salah satu ciri khas karya HR Giger adalah memasukkan unsur anatomi manusia dalam desainnya, khususnya organ reproduksi! Kalo nggak percaya, coba lihat baik-baik mahluk sejenis ular yang ditemui rombongan di dalam gua, mirip apa tuh pas lagi mekar gitu, hm? Buat yang mau liat karya-karya ajaib HR Giger lainnya, atau mau beli memorabilia hasil karyanya, silakan klik website resminya.

Dari segi akting, Michael Fasbender lagi-lagi tampil cemerlang kayak waktu meranin Magneto di X-Men: First Class. Dia kayaknya emang cocok dapet peran orang yang aneh, nyebelin, setengah maniak, yang begitu muncul di layar bikin penonton mikir, "kayaknya ada yang nggak beres sama nih orang..."

Selain dia, tentu aja pemeran yang sangat penting bagi gue adalah Charlize Theron. Adegan terpenting adalah waktu dia baru keluar dari kapsul cryogenic, pakaian ala kadarnya, basah, dan... push-up. Waktu film ini baru dirilis, orang-orang di twitter rame ngomongin adegan ini doang :-p Tokoh Vickers yang diperankannya adalah orang ambisius, berdarah dingin, dan nggak kenal kompromi. Cocok dengan figur Charlize Theron yang tatapannya dingin tapi panas... kaya dispenser Aqua.
charlize theron
Oh... Charlize...
...sampe mana tadi? Oh iya. Lagi ngomongin film ya.

Noomi Rapace juga cocok membawakan perannya. Kalo Sigourney Weaver, pemeran tokoh kunci di film Alien terdahulu nampak sangat kekar dan maskulin, si Noomi ini versi yang lebih feminin tapi tetap jagoan. Kombinasinya pas, lah.

Ya, pokoknya buat penggemar Alien, film ini akan sangat memuaskan sekaligus mengecewakan. Memuaskan karena elemen-elemen khas film Alien yang biasanya ada, termasuk desain-desain ajaib karya HR Giger, di sini muncul dengan mulus tanpa kesan maksa seperti di film Alien 3 dan Alien Resurrection - yang dua itu parah jeleknya. Tapi di sisi lain, mereka mungkin kecewa karena porsi mahluk Aliennya sendiri sangat sedikit.

Seperti biasa, ending film menyisakan peluang untuk dibuat sequel berikutnya. Tapi yang jelas, kayaknya belum akan langsung tersambung dengan cerita Alien 1. Mudah-mudahan kalaupun akan ada sequelnya lagi, Ridley Scott atau James Cameron yang garap - bukan orang lain.

Kesimpulan: ****- dari *****

Sunday, July 01, 2012

[2012-021] Memanfaatkan Grup FB untuk Bikin Outing Seru

Tahun ini, gue kembali menjadi seksi acara untuk kegiatan outing di kantor. Itu artinya jabatan sebagai seksi acara ke 11 dalam 13 tahun terakhir, absennya cuma 2 tahun :-p Absennya di tahun 2004, karena waktu itu gue masih jadi anak baru di sebuah kantor pelayaran yang emang nggak punya budaya outing, dan di tahun 2010 karena sekali-sekali ingin ngerasain outing santai sebagai peserta doang.

Tahun ini, tumben-tumbenan anak-anak di kantor kepikir mau outing yang rada keren dikit: ke Bali. Maka gue dengan senang hati mengajukan diri jadi panitia acara.

Di salah satu rapat panitia, ada anak baru bernama Ketut yang mengajukan usul, permainan selama outing dilakukan sejak seminggu sebelum keberangkatan. Caranya adalah dengan bikin grup di FB, dan peserta diberi tantangan berupa pertanyaan atau tugas lewat grup itu. Poin yang didapat lewat menjawab tantangan di grup FB akan diakumulasikan. Jadi pada hari H pelaksanaan outing, masing-masing kelompok peserta udah poin yang beda-beda dan mereka harus bersaing untuk menambah dan mempertahankan poin tersebut.

Gue awalnya skeptis dengan ide itu. Masalahnya, FB nggak bisa diakses dari jaringan kantor karena kena sensor pihak IT. Jadi grup FB itu hanya bisa diakses dari smartphone atau dari komputer rumah. Gue ragu anak-anak sudi untuk segitu repotnya demi permainan outing doang. Ditambah lagi nggak semua orang punya FB. Atau ada juga yang punya, tapi nggak pernah dibuka.

Tapi Ketut yakin banget akan berhasil. Katanya, udah pernah dicoba di kantor yang lama dan jadinya seru banget. Ya sud, gue coba deh.

Pertama-tama seluruh peserta dikumpulin di ruang meeting, trus dibagi jadi 4 kelompok lewat mekanisme undian. Abis itu mereka dikasih tau akan ada grup berisi tantangan berhadiah poin. Pas diumumin, reaksi mereka nampak adem ayem aja, jadi gue pikir, "Bener kan, ide ini nggak akan berhasil..."

Dua hari kemudian, pas hari Minggu, grupnya gue bikin dan gue informasikan via SMS ke seluruh peserta. Abis itu gue mulai posting pertanyaan-pertanyaan singkat, sebagian besar berkaitan dengan Bali. Eh, ada beberapa peserta yang jawab. Gue posting beberapa pertanyaan lagi, ternyata makin banyak yang jawab. Akhirnya gue posting tantangan: "Upload foto kalian dengan menu makan siang hari ini". Taunya banyak peserta yang merespon, bela-belain berfoto di sebelah piring makannya masing-masing!

Besoknya, hari Senin, di kantor gue kirim email ke seluruh peserta berisi perolehan nilai sementara masing-masing kelompok. Peserta yang hari Minggunya kelewat nggak buka FB terkaget-kaget, karena poin kelompoknya ketinggalan. Maka Senin malemnya, pas gue posting tantangan-tantangan baru, yang ikut makin banyak. Padahal tantangannya makin lama makin nyusahin, antara lain:

  • Tengah malam, sekitar jam 2: "Upload foto kalian lagi kerudungan sarung kayak maling!"

  • Pagi-pagi, jam 6: "Upload foto kalian bersama pedagang makanan keliling!"

  • Malem, jam 11: "Upload foto kalian sedang memperagakan jurus yoga bernama cobra (contoh terlampir)!"

  • Siang-siang: "Upload foto kalian sekelompok sedang makan siang bersama OB / Satpam / Petugas Cleaning Service!"

  • Malem, jam 2 pagi: "Upload foto kalian lagi bersama sebatang lilin!"

  • Siang-siang: "Upload foto kalian bersama patung HR Rasuna Said!" FYI, patung itu adanya di depan Pasar Festival, bikin mbak-mbak bagian informasi PasFes kebingungan karena mendadak ada serombongan orang kantoran gantian minta foto bareng patung.

Ternyata walaupun idenya sederhana, bisa bikin iklim kompetisi antar kelompok cukup 'panas', dan yang lebih penting lagi membuka komunikasi di antara orang-orang yang sebelumnya jarang ngobrol. Terima kasih buat Ketut atas idenya. Buat kalian yang kebetulan jadi panitia outing juga, silakan dicoba permainan via grup FB ini, gampang tapi seru!

Foto: para panitia outing tahun ini. Ketut yang paling kiri.

Saturday, June 30, 2012

[2012-019] Test IQ = timbangan

Salah satu keponakan gue nanya begini:

"Oom Agung, aku abis ikut tes IQ kemarin. Kayaknya nggak lulus deh, soalnya pas waktunya abis masih banyak banget soal yang belum keisi. Ini artinya udah pasti nggak lulus ya?"

Ini termasuk pertanyaan yang lumayan sering gue denger, jadi jawabannya gue tulis aja di sini deh.

Ini jawaban gue:

Tes IQ itu dibuat untuk mengukur kecerdasan orang dari yang paling rendah sampai paling tinggi. Jadi, memang nggak banyak orang yang bisa mengisi semua soalnya dalam waktu yang ditentukan.

Berhubung intelegensi orang makin lama makin berkembang, tes-tes IQ baru biasanya lebih susah dari tes-tes IQ lama. Kalo elu pernah dites pake tes IQ yang lama trus ngerasain dites pake tes IQ yang baru, kemungkinan memang akan merasa jadi lebih bego karena proporsi soal yang bisa lu kerjain akan semakin sedikit. Tapi itu sebenernya sama seperti naik ke timbangan.

Kalo berat lu 70 kg, naik ke timbangan orang yang kapasitas maksimalnya 125 kg, maka lu akan ngeliat jarumnya bergerak sampe lebih dari separo jalan. Tapi kalo lu naik ke timbangan beras yang kapasitas maksimalnya 500 kg, jarumnya paling cuma gerak nggak sampe 1/5 jalan. Berat aktual lu tetep sama, tapi gerakan jarum di timbangannya beda - karena skalanya beda.

Jadi, nggak usah buru-buru stress kalo tes IQ-nya masih banyak yang kosong, ya! Sebaliknya juga berlaku: yang berhasil ngisi semua belum tentu bener kok.

[review] Abraham Lincoln Vampire Hunter

Film ini diangkat dari novel terbitan 2010 karya Seth Grahame-Smith. Entah apa yang terlintas di otaknya sehingga kepikiran mengadu mantan presidennya dengan vampir. Kalo selintas gue baca komentar para pembaca bukunya di goodreads, kayaknya sih novel ini novel komedi. Jadi ya nggak ada maksud apapun kecuali ingin nulis sesuatu yang gila-gilaan aja. Tapi kalo kata gue, mungkin ada kaitannya dengan sosok Abraham Lincoln yang kayaknya 'true American Hero' banget. Selain karena sosoknya yang jujur, tegas, terpelajar, dan anti perbudakan, meninggalnya pun dramatis. Idola yang lengkap untuk orang Amerika yang doyan hal-hal bombastis. Di jaman Perang Dunia II, poster perekrutan tentara menampilkan sosok 'Uncle Sam' yang ciri-cirinya mirip banget dengan Abraham Lincoln:
lincoln vs uncle sam

Di sejumlah film, sosok Abraham Lincoln juga ditampilkan sebagai pahlawan pembela kebenaran. Misalnya di film Night of the Museum 2 ini, patung Abraham Lincoln yang kebal senjata turun tangan menengahi pertempuran:

lincoln night of the museum
Kesimpulannya, kayaknya orang Amerika tergila-gila banget sama Abraham Lincoln. Jadi kalo sekalian dibuat ngelawan vampir, kenapa enggak?

Cerita filmnya sederhana aja, yaitu tentang perjuangan Abraham Lincoln (Benjamin Walker) melawan vampir. Tentunya biar meyakinkan, fakta sejarah diselipkan di sana-sini. Misalnya, diceritakan bahwa dendam Abraham kepada kaum vampir berawal saat ibunya meninggal karena sebuah penyakit misterius yang nggak bisa diobati dokter. Hanya Abraham doang saksi mata yang tahu bahwa vampirlah penyebab penyakit misterius tersebut. Faktanya, ibu Abraham Lincoln memang meninggal saat Abraham Lincoln baru berumur 9 tahun - tentunya bukan karena digigit vampir.

Abraham lantas dilatih oleh seorang pemburu vampir bernama Henry Sturgess (Dominic Cooper). Di awal film nggak langsung dijelaskan dari mana asal usul si Henry ini, tapi gue yakin sebagian penonton udah bisa nebak bahwa dia juga seorang vampir. Hubungan Henry dengan Abraham sebagaimana layaknya Nick Fury dengan Black Widow: Henry yang melatih Abraham dan menentukan target yang harus diburunya, Abraham tinggal melaksanakan tanpa banyak tanya.

Puncak film adalah pertempuran Gettysburg antara pasukan Utara yang pro kemerdekaan budak versus pasukan Selatan yang pro perbudakan. Tentunya dalam film ini, tentara Selatan didukung oleh pasukan vampir yang bisa ngilang dan kebal peluru sehingga sulit dikalahkan!

Satu-satunya film Timur Bekmambetov, sutradara film ini, yang pernah gue tonton lengkap adalah Wanted (Angelina Jolie, Morgan Freeman). Gue inget sebagian besar orang yang nonton film itu bilang 'adegan action-nya lebay, gak masuk akal.' Tapi emang begitulah ciri khas Timur, seneng bikin adegan action dalam gerakan lambat yang disajikan super detil. Mungkin terkesan lebay dan didramatisasi secara berlebihan, tapi buat gue lebih bisa dinikmati ketimbang adegan action ala Michael Bay yang bikin pusing saking cepetnya (kalo nggak percaya nonton lagi Transformers 2).

Secara umum film ini cukup menghibur, actionnya seru, cuma gue kok nggak menangkap unsur komedi seperti yang dibilang para pembaca novelnya di Goodreads, ya? Yang jelas, gue penasaran kira-kira ada nggak penulis Indonesia yang 'berani' bikin plesetan sejarah kayak gini. Soeharto pemburu Babi Ngepet, barangkali? Anyone?

Kesimpulan: ****- dari *****

Thursday, June 28, 2012

[2012-018] Singkatan Jenius yang Meleset

Dua hari yang lalu, gue berkunjung ke sebuah rumah sakit dalam rangka medical check-up tahunan waktu ngelihat poster ini:
Ini adalah poster kampanye agar para perempuan rajin memeriksa payudaranya sendiri setiap tanggal 8, agar dapat menemukan gejala penyakit sedini mungkin. Sekilas kampanye ini cukup cerdas, karena:
  • Bentuk angka 8-nya udah mengingatkan pada bagian mana yang harus rajin diperiksa
  • Tulisan 'Delapan'-nya bisa dirangkai-rangkai menjadi kepanjangan yang kayaknya cukup iye yaitu "DEteksi berkaLA Payudara ANda"
Tapi apakah benar kepanjangan itu nyambung dengan tema kampanyenya?

Menurut gue agak melenceng, kalo nggak mau dibilang mengarah ke penyalahgunaan.

Permasalahannya terletak pada kata "Deteksi".

Kalo kita buka kamus Bahasa Indonesia, makna deteksi adalah:

men�de�tek�si v menemukan atau menentukan keberadaan atau kenyataan sesuatu; melacak;

Artinya kata yang mengikuti kata 'deteksi' adalah benda yang hendak ditemukan / ditentukan keberadaannya.

Contoh:

Deteksi logam: upaya untuk menemukan keberadaan logam yang tersembunyi di balik benda lainnya.

Deteksi kebohongan: upaya untuk menemukan perkataan yang bohong di antara perkataan lainnya.

Jadi...kalo deteksi payudara, artinya upaya menemukan payudara, dong?

Ini gawat banget, karena bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab demi kesenangan pribadi. Mana tahu terjadi insiden berikut:

"HEH! Apa-apaan lu colek-colek, BANG**T!?"
"Eits, jangan marah sayang, ini kan tanggal 8, biasa... oom lagi mendeteksi..."

Gawat banget, kan?

Gue sarankan kepada pihak penggagas kampanye tersebut untuk segera merevisi singkatannya. Mungkin lebih baik jadi...

GAPAPA SI

GerakAn PeriksA PAyudara SendirI

atau

AH PAPA SI

Aliansi Hobi Periksa Payudara SendirI

Semoga usul ini diterima.

Tuesday, June 26, 2012

[review] Snow White and the Huntsman


Ngeliat judulnya, bisa ditebak bahwa film ini adalah reka ulang dongeng Snow White. Bedanya, di film ini dunia Snow White jauh lebih gelap, monsternya lebih serem, dan nenek sihirnya lebih sadis. Untunglah yang main si cantik Charlize Theron.

Film dibuka dengan kilasan gambaran masa kecil Snow White sebagai putri raja yang berani dan baik hati. Lalu muncullah Ravenna (Charlize Theron) penyihir licik yang dengan segala tipu daya berhasil merebut tahta kerajaan dan mengurung Snow White di menara. Bertahun-tahun Snow White dikurung sampe dia tumbuh besar. Sebagaimana lazimnya orang yang lama dikurung sendirian, wajar kalo pas udah gede Snow White jadi datar gitu ekspresinya. Maka nggak heran peran ini dipercayakan pada Kristen Stewart yang kedataran ekspresinya udah teruji di rangkaian film Twilight. Coba aja perhatikan perbandingan foto berikut, mana yang ekspresinya lebih jelas?



ekspresi


Sebagaimana pakem aslinya, Ravenna mulai berkonsultasi pada mirror mirror on the wall tentang siapa perempuan yang tercantik. Maklum cermin nggak punya otak, nggak heran kalo nasehatnya ngaco. Cermin bilang, ada satu perempuan yang lebih cantik dari Ravenna yaitu Snow White. Mari kita buktikan langsung nasehat tersebut dengan perbandingan berikut, apa benar Snow White lebih cantik dari Ravenna:



perbandingan


OK confirmed, cerminnya ngaco.

Cermin menyarankan agar Ravenna segera membunuh Snow White, tapi karena satu dan lain hal, Snow White berhasil lolos. Dia lantas ngumpet di sebuah hutan angker, yang saking angkernya kesaktian Ravenna nggak bisa beroperasi di sana. Maka Ravenna mengutus seorang Huntsman (Chris Hemsworth) untuk menangkap Snow White.

Sementara itu, temen masa kecil Snow White yang namanya William (Sam Claflin) sekarang udah jadi pangeran ganteng. Begitu dia denger Snow White ngumpet di hutan, dia langsung ikutan nyari. Trus buntut-buntutnya si Snow White jadi rada dilema gitu deh, dikerumuni 2 orang cowok ganteng.

Waktu pertama kali liat poster film ini, gue udah tertarik nonton. Ekspektasi gue adalah penggambaran dongeng Snow White secara lebih gelap. Ternyata bener. Cuma waktu itu gue agak kuatir dengan pemilihan Kristen Stewart sebagai Snow White. Dan sayangnya itu juga bener. Kayaknya, si penulis cerita mau menampilkan sosok Snow White versi baru yang lebih cekatan, rada tomboy, tapi tetap lembut hati. Sedangkan di tangan Kristen Stewart, Snow Whitenya jadi apatis kaya pegawai kelurahan gitu.
Untunglah ada Charlize Theron. Tokoh Ravenna yang multi dimensi: ya seksi, ya manipulatif, ya sadis, terbawakan secara sempurna. Simak deh adegan dia marah-marah waktu denger Snow White berhasil kabur dari tahanan: sangar mampus!

Kesimpulannya, sebuah upaya interpretasi ulang yang cukup menarik, bisa ngasih nuansa baru atas dongeng yang udah ratusan tahun didengar orang.

Monday, June 18, 2012

[review] Soegija

Gue punya temen, yang tanpa ditanya sering bercerita kaya gini:
"Tau nggak,  tadi pagi pas mau berangkat ke kantor,  gue bangun pagi-pagi banget. Jam 5 udah bangun. Trus gue mandi, sarapan, abis itu bingung milih baju. Soalnya minggu lalu kan gue abis belanja, sale di Metro. Gue beli atasan dua, sama sepatu satu. Tapi baju barunya belum dicuci. Akhirnya gue pikir-pikir, pake baju yang lama aja deh, yang baru dicuci dulu. Terus gue berangkat. Eh nggak langsung ding, kan harus manasin mobil dulu. Abis itu baru berangkat. Belum sarapan tuh. Si mbak udah nyiapin roti, gue bawa aja, buat  dimakan di kantor. Tumben-tumbenan, jalanan macet banget lho. Padahal gue berangkat masih jam 6. Gue kira di tol ada kecelakaan atau apa, gitu. Taunya nggak ada apa-apa. Untung akhirnya gue berhasil sampe kantor sebelum jam 8."


Biasanya setelah dia cerita panjang lebar gitu, gue akan nanya, 


"Trus gimana?"


"Nggak ada. Ya cuma mau cerita aja pengalaman gue pagi ini. Emang nggak boleh?"

Ya boleh-boleh aja sik. Dan kurang lebih seperti itulah perasaan gue setelah nonton film Soegija.
Ringkasnya bisa dibilang film ini tentang Monseigneur Albertus Soegijapranata SJ, uskup pribumi pertama di Indonesia. Tapi selain Soegija, juga ada (banyak) tokoh lainnya:
  • Lingling (Andrea Reva), bocah kecil yang tinggal bersama ibunya (Olga Lidya) dan kakeknya (Henky Solaiman). Mereka punya restoran. 
  • Mariyem (Annisa Hertami Kusumastuti), gadis yang sebenarnya bercita-cita jadi perawat tapi lebih sering bertugas nganter makanan dari restoran Lingling ke gereja. Mariyem adalah adik dari Maryono (Muhammad Abbe), seorang aktivis perjuangan.
  • Nobuzuki (Suzuki) tentara Jepang langganan restoran Lingling.
  • Suwito (Eko Balung) pemimpin grup musik gereja.
  • 2 orang Belanda yang bersahabat, Hendrick (Wouter Braaf) - wartawan foto, dan Robert (Wouter Zweers) - tentara.
  • Toegimin (Butet Kertaredjasa), asisten 'general affairs' alias ngurus segala macem keperluan Sogija mulai dari potong rambut sampe angkat barang.
  • Pak Besut (Margono), penyiar radio.
Tokoh sebanyak ini hilir mudik menghiasi film dengan permasalahannya masing-masing. Lingling terpisah dari ibunya yang diculik Jepang, Mariyem terpisah dari kakaknya yang ikut gerilya, Nobuzuki senang main ke restoran Lingling karena teringat anaknya yang seumuran Lingling, Hendrick PDKT melulu kepada Mariyem tapi sering dipahitin karena Mariyem kesel sama Belanda, Suwito gak bisa bebas latihan musik karena sering diganggu Jepang, Pak Besut juga nggak bisa bebas siaran karena mikrofonnya disita Belanda, sementara Robert sebenernya nggak tega lihat penderitaan rakyat tapi berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia cuma menjalankan tugas sebagai tentara.Akhirnya terasa nggak ada satu tema utama yang melatarbelakangi film ini. Tokoh-tokohnya nyaris punya porsi yang sama rata, sampe sosok Soegija-nya sendiri pun nggak terasa mendominasi cerita. Mungkin kalo judul film ini diganti jadi "PERJUANGAN INDONESIA MELAWAN PENJAJAH" rasanya masih cocok-cocok aja.

Tapi seperti pertanyaan temen gue tadi, "Emangnya nggak boleh, sebuah film dengan banyak cerita paralel kayak gini?" -  rasanya ya boleh-boleh aja. Walaupun ketiga orang temen yang nonton bareng film ini kompakan bilang film ini ngebosenin banget, bagi gue enggak kok. Memang awalnya sempet terbingung-bingung saat berusaha menebak yang mana cerita utamanya, gue berhasil nonton film ini utuh tanpa ketiduran. Padahal nonton Sherlock Holmes dan Haywire yang banyak berantemnya aja gue sempet ketiduran beberapa kali. Mungkin masalahnya ada di gue, yang udah terbiasa nonton film Hollywood dengan alur cerita tunggal dan gamblang, jadi nggak sreg saat nonton film dengan banyak cerita paralel kayak gini.Setelah filmnya jalan setengah, gue berhenti berusaha menebak arah cerita film dan menikmati aja suguhan adegan-adegan di dalamnya. Ternyata itu lebih mudah dan nyaman. Apalagi ini filmnya Garin Nugroho, yang sejak dulu terkenal doyan banget menyisipkan simbol-simbol tersamar dalam filmnya. Soal kemunculan tokoh Soegija yang nggak dominan di film ini, misalnya. Gue curiga ini memang disengaja oleh Garin untuk menggambarkan sosok asli Soegija yang lebih suka kerja diam-diam dan nggak suka menonjolkan diri. Untung juga sih, film ini disutradarai Garin Nugroho. Kalo Agung Nugroho yang bikin, mungkin ceritanya akan jadi gini:

Mariyem pacaran dengan Hendrick, tapi diem-diem Robert juga naksir sama Marsiyem. Akhirnya terjadi cinta segi tiga. Sementara itu Nobuzuki terlibat affair dengan ibunya Lingling. Sesudah Jepang kalah perang akibat dibom Amerika, Nobuzuki ngajak ibunya Lingling kawin lari ke Jepang. Saat mereka lagi beres-beres barang mau ngabur, datanglah Robert meminta Nobuzuki menyerahkan senjata. Nobuzuki menolak, Robert menembak, tapi di detik terakhir muncul ibunya Lingling sambil menggandeng Lingling mencoba menghalang-halangi tembakan Robert. Akhirnya ibunya Lingling dan Lingling yang kena tembakan dan mati. Stress karena melihat pacarnya mati, Nobuzuki harakiri. Sedangkan Robert juga stress karena salah tembak dan mencoba bunuh diri dengan menembak kepalanya. Tapi muncul Mariyem berusaha merebut pistol Robert, akibatnya justru Mariyem yang ketembak dan mati. Hendrick menyalahkan Robert karena menyebabkan Mariyem mati, akhirnya Hendrick menembak Robert sampe mati. Terakhir Hendrick bunuh diri. Jadi kan dramatis, tokohnya mati semua. Lha trus Soegija-nya kapan muncul? Soegija muncul terakhir, memimpin upacara pemakaman orang-orang itu. Nggak lupa muncul juga Pak Besut si penyiar radio, melaporkan berita dan diakhiri dengan kalimat "It was beauty killed the beast" - ala film King Kong.  Keren kan? Enggak ya.


Yang jelas gambar-gambarnya keren, dan setting suasana 40-annya sukses banget. Penulisan naskahnya juga pasti susah banget, karena dialog-dialog dibawakan dengan bahasa aslinya. Orang Jepang dialognya bahasa Jepang, yang orang Belanda pake bahasa Belanda. Jadi nggak kaya 'Ayat-Ayat Cinta', misalnya, ujug-ujug orang Mesir bisa bahasa Indonesia.Bahkan dialog-dialog berbahasa Jawa-nya di film ini juga menggunakan logat Semarang yang pas, menandakan film ini dibuat dengan sangat teliti. Soalnya film lainnya suka gitu tuh, mentang-mentang tokohnya Jawa, asal ngomongnya dimedok2in dikit udah merasa aman. Padahal walaupun sama-sama berbahasa Jawa, masing-masing daerah di Jawa Tengah dan Timur punya logat khasnya sendiri-sendiri. 

Terlepas dari nyaman atau enggaknya untuk ditonton, film ini bagus dan poin pentingnya: digarap secara sangat serius. Kita perlu lebih banyak film yang dibuat seserius ini.

===
Kunjungi juga posting aslinya di Mbot's HQ mbot.multiply.com

Thursday, June 14, 2012

[review] Kartu Motivasi bagi Para Dementor!


Masih inget tulisan gue tentang Dementor, orang yang kerjanya negatif melulu dan bikin lingkungan sekitar jadi ikutan depresi? Ternyata ada lho orang yang cukup gokil untuk bikin kartu motivasi bagi mereka!
Sekilas benda ini nampak seperti kartu-kartu motivasi biasa, yang isinya kutipan bijak dari orang terkenal. Tapi begitu dibaca satu per satu, baru ketahuan sintingnya. Berikut beberapa contoh "motivasi" di dalam kartu anti-motivasi ini:
anti-motivasi

anti-motivasi 2

anti-motivasi 3

Para penulisnya, menurut gue, kalo nggak sangat sinis, pasti sangat sebel sama orang-orang sini sampe kepikiran bikin kartu kayak gini. Konon kutipan-kutipan yang tercantum di sini adalah cuplikan dari sebuah buku. Jadi penasaran ingin baca kayak apa sih bukunya. Lumayan buat hiburan kalo bosen di kantor :-)
Kartu ini bisa dibeli di toko Aksara, di deretan yang berdekatan dengan kartu-kartu motivasi 'betulan'. Jadi hati-hati buat yang lagi nyari kartu motivasi betulan, jangan sampe salah beli! Harganya nggak tau, karena ini hadiah dari kakak gue. 

Judul asli: Today I Will Nourish My Inner Martyr
===
Kunjungi juga posting aslinya di Mbot's HQ mbot.multiply.com

Wednesday, June 13, 2012

[2012-012] Penemuan hari ini... kerjasama online shop dan artis

Malam ini baca-baca timelinenya @hijaubiru dan nemu twit ini:


hijaubiru


Jadi ternyata salah satu trik promosi yang umum dilakukan para OLS (online shop) adalah menawari seorang artis untuk memakai produknya secara gratis. Sebagai imbal baliknya, artis tersebut memposting foto dirinya lagi pake produk OLS tersebut disertai tulisan nama akun OLS-nya. Jadi sama-sama untung: OLS dapet promosi (dengan biaya relatif murah - cuma ngorbanin satu atau dua produk) sementara artisnya dapet baju gratis. Kan konon artis bajunya harus sering ganti. Kalo sama terus ntar dikira Batman. *apa sih.

Gue jadi merhatiin timeline salah satu artis FTV yang belum pernah gue denger namanya sebelumnya, penuh dengan respon dia terhadap para OLS. Para OLS mention dia dengan sebuah foto berisi beberapa alternatif produk, trus dia menjawab dengan retweet seperti ini:


@Artis: Black 39 ;) RT @OLS: @Artis mau sayang? Baru nih. Jelly shoes. 5cm heels. Only 300k -link gambar produk-

@Artis: Pink ;) RT @OLS: Po legging polka 4wrna coffee, pink, black, mustard cuma 56rb, mauu darl @Artis? -link gambar produk-

...dst.


Gue itungin, dalam kurun waktu 10 menit doang, si artis ini udah mengeluarkan reply-reply sejenis sebanyak 7 twit. Artinya ada 7 barang yang akan melayang ke alamatnya, gratis. Asik yak?

Sayangnya sampe detik ini belum ada OLS yang tertarik minta endorse ke seorang pegawai biasa-biasa aja kayak gue. Mungkin kalopun suatu hari gue nekad pasang twitpic pake baju baru dengan memajang nama akun OLS seperti ini:

mbot pake produk OLS


maka respon dari OLS terkait adalah:

@OLSxyz123: kepada sdr @mbot mohon segera menghapus twipicnya yang memuat akun kami, krn merugikan image kami. Tersedia imbal jasa tunai apabila bersedia. Tks.


Tapi pikir-pikir, gue kurang tertarik juga sih dapet baju gratis banyak-banyak. Kalo boleh milih, mendingan ngiklanin OLS sembako deh. Jadi nanti twit endorsement gue kayak gini:


@mbot: Rojo Lele 5 kilo RT @OLS: mau beras Rojo Lele, Pandan Wangi, Kepala, @mbot darling?

@mbot: kirimin minyak goreng dong. Bakal goreng risol kribo RT @OLS: gimana @mbot, sabun colek dan minyak goreng yang minggu lalu udah abis belom?

@mbot: air galonan dah. Gasnya masih RT @OLS: lagi butuh gas elpiji atau air galonan, @mbot sayang?


Dan setelah dikirimin sembakonya gue akan memposting twitpic:


mbot endorse


Ada nggak ya, OLS sembako yang tertarik?