Pages

Monday, August 27, 2012

Update Posting tentang Chili's

Sekedar lapor, barusan gue menambahkan beberapa foto di posting tentang resto Chili's.

Silakan disimak di sini, dan selamat ngiler :-) 


Wednesday, August 22, 2012

8 jenis tamu paling ganggu selama lebaran


Lebaran udah 2 hari berlalu. Gimana rasanya? Mantap? Buat yang jomblo, udah kenyang ditanya ‘kapan kawin’ ?
Tapi nanti dulu.
Tante-tante kepo yang hobi nanya kapan kawin BUKAN satu-satunya mahluk paling ganggu waktu lebaran. Ada sederet lainnya. Coba lihat, berapa yang lu temukan selama lebaran kemarin?
Baca posting lengkapnya di sini

Awas, HTTrack nggak bisa nyimpen album foto!

Sebelumnya gue pernah posting di sini tentang cara membackup posting di Multiply menggunakan program HTTrack.

Ternyata, program ini punya kelemahan yaitu nggak bisa nyimpen album foto!

Baca penjelasan lengkapnya di sini ya.

Monday, August 20, 2012

Dua alternatif cara membackup foto dari Multiply

Judulnya masih tentang pindahan Multiply nih.

Gue abis memposting 2 alternatif cara ngebackup foto-foto kalian dari Multiply.

Kalo lu punya premium account, lu bisa donwload zip foldernya yang gue jelasin di sini.

Kalo lu regular account, lu bisa manfaatin fungsi emailnya yang gue jelasin di sini.

Selamat mencoba! :-)

Wednesday, August 15, 2012

Posting tentang pindahan Multiply

Buat para penghuni blogspot, sekedar info aja bahwa di kampung sebelah gue abis bikin 3 posting terkait proses pindahan dari Multiply. Silakan diklik, barangkali berguna.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 1) 
Sekilas tentang cara backup dan migrasi blog Multiply ke Wordpress.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 2): Menyelamatkan Foto di Jurnal
Kalau journalnya udah selamet, fotonya belum tentu lho! Simak cara memindahkan foto dari Multiply ke Photobucket secara 'agak' praktis.

Kehidupan Pasca Multiply (bag. 3): Optimalisasi dan Link Ulang Foto
Kalo fotonya udah dipindah, gimana mengubah link di posting aslinya? Trus apa yang dimaksud optimasi image?

Monday, August 13, 2012

Setelah dipikir-pikir...

Ya, ya, gue tau sebelumnya gue udah bilang akan pindahan dari Multiply ke Blogspot. Tapi gue pikir-pikir kayaknya mendingan pindah ke wordpress deh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Kemiripan nama dengan blog terdahulu, mbot.multiply.com ->> mbot.wordpress.com
  2. Proses perpindahan berjalan jauh lebih cepat dari dugaan, dengan adanya aplikasi otomatis ini
  3. Fitur-fiturnya nampak lebih menjanjikan untuk diutak-atik
  4. Aplikasi androidnya lebih bagus, bahkan ada aplikasi blackberry untuk ngeblog di wordpress
  5. Lebih ngerti (walau nggak ngerti-ngerti amat) kalo suatu hari nanti mau pindahan ke hosting milik sendiri.
Maka dengan ini gue putuskan untuk melanjutkan perjalanan ngeblog gue di mbot.wordpress.com

Blog di blogspot ini paling akan gue update untuk mengumumkan posting baru yang gue tulis di wordpress. 

Tuesday, August 07, 2012

The Final Curtain

Buat yang follow twitter gue @mbot atau nyantol jadi contact gue di FB kemungkinan udah baca ocehan gue tadi pagi tentang #MPshutdown ya. Intinya; MP akan fokus menjadi tempat jualan, dan nggak merasa perlu mengurus blogger yang bisanya ngoceh nggak guna kayak gue.
Sebenernya indikasi ke arah ini udah jelas kelihatan sejak MP buka kantor pemasaran di Indonesia, akhir 2010. Waktu itu sih para MPer menyambut gembira kedatangan mereka, apalagi sampe diundang tatap muka dan diskusi segala. Gue pun menitipkan banyak harapan untuk perbaikan MP lewat posting yang ini.

Tapi honeymoon dengan tim perwakilan Multiply di Indonesia (selanjutnya gue sebut MIRO - Multipy Indonesia Representative Office) rasanya berjalan terlalu singkat. Awal kedatangannya aja udah kontroversial sih, dengan kasus 'pembajakan' account indonesia.multiply.com. Sebelum MIRO terbentuk, account itu udah ada yang punya. Pemiliknya bernama Donny Verdian. Memang nggak aktif, tapi orangnya kaget setengah mati waktu tiba-tiba account-nya pindah tangan. Pihak MIRO sih ngotot mereka udah minta izin via email, tapi yang punya nggak merasa dapet permohonan apapun. Ini sebenernya soal kecil, cuma pengambilalihan account. Account-nya udah non aktif pulak. Tapi sebenernya ini gelagat nggak beresnya cara kerja MIRO.

Setelah itu bermunculan kasus-kasus 'aneh' seperti munculnya komentar kasar dr sebuah account yang kalo ditelusuri berasal dr Gandaria City lantai 23 (yaitu kantornya MIRO), juga ada personal message yang 'mengancam' sejumlah blogger karena komentarnya dianggap rusuh, hingga lenyapnya posting seorang user karena dianggap "subversif'. Juga ada kasus ajaib berupa tawaran untuk mempercantik dagangan di MP, tapi dengan minta username dan password, yang datangnya dari nomor telepon kantor MIRO. Belum lagi insiden konyol di salah satu lomba yang digelar MIRO: lombanya dipisah jadi 2 kategori: blogger dan online seller, tapi yang terpilih jadi pemenang adalah yang bahas tentang online seller, CRUT! Ini apa-apaan? Kenapa setelah ada kantor perwakilan Indonesia, blogger yang udah tahunan membesarkan MP malah diobok-obok nggak jelas gini?
Kalo gue perhatiin, titik permasalahan mendasar di MIRO adalah ketidakjelasan wewenang untuk menyampaikan informasi. Maksudnya gini: kalo mereka memposting sesuatu di account-nya, dan muncul pertanyaan dari para blogger, jawabnya lamaaa.... banget. Seringkali malah nggak dijawab sama sekali. Gue ngebayangin di kantor MIRO pegawainya pada dorong-dorongan, "eh, ini gimana nih jawabnya? Elu gih yang jawab!"
"Loh kok gue? Elu dong yang tuaan!"
"Ah nggak berani gue, tunggu boss aja deh..."
Tentunya ini bikin para blogger jengkel, dan biasa lah anak-anak MP ini sambil nunggu jawban yang nggak kunjung datang main sahut-sahutan sendiri, ngasih komen yang nggak nyambung, bahkan posting foto-foto ajaib. Dan kebiasaan ini lantas disebut 'rusuh'. Ya kalo elu ngerespon dengan bener, anak-anak ini nggak akan rusuh dong, MIRO... gimana sih?



Salah satu personil MIRO konon pernah curhat, dia merasa serba salah menghadapi para bloggers MP. Padahal kuncinya sederhana aja: kalo orang nanya, dijawab. Kalo ternyata jawabannya ngambang / kurang jelas, ya harus siap untuk ditanya lagi. Sederhana banget kok.

Pihak MIRO sendiri berulang-kali janji akan memperlakukan para blogger sama dengan para online seller, dalam arti diperhatikan kebutuhannya. Nyatanya, silakan bandingkan sendiri keadaan group sellers vs group bloggers bentukan MIRO :-) Yang lebih dahsyat lagi, Stefan Magdalinski, orang yang tadi pagi bikin pengumuman akan menghapus fitur blog, nggak sampe 3 bulan yang lalu menjamin nggak akan menghapus fitur blog dari MP!
OK, hari ini kita sama-sama denger bahwa jaminan itu ternyata omong kosong. MP akan menghapus fitur blog dan fokus pada online seller doang. Sebuah langkah yang salah, menurut gue, karena:
  1. Gue yakin salah satu faktor yang menarik para online seller buka lapak di MP adalah keberadaan para blogger. Kalo gue memposisikan diri sebagai online seller MP, gue akan merasa lebih aman bertransaksi dengan blogger yang jelas identitasnya, udah punya posting banyak, punya contact banyak, ketimbang dengan user yang headshotnya masih pentol korek. Blogger bukan cuma pasar yang potensial, tapi juga lebih aman buat para seller.
  2. Seller butuh blogger untuk memberikan endorsement. Salah satu hal yang paling berharga bagi online seller adalah kesaksian para konsumen yang puas. Nah blogger digusur, dari mana mereka bisa mengharapkan endorsement? Dari sesama seller kah?
  3. Blogger MP itu mauan. Asal diperlakukan dengan baik, didengerin, nggak diancam-ancam, mereka sangat mau membantu untuk berbagai kegiatan - khususnya yang bersifat sosial. Gratis pulak. Kalo perusahaan lain harus investasi duit sangat gede untuk membentuk dan membina komunitas konsumennya, MP udah punya komunitas solid tanpa usaha (apalagi duit) sedikit pun. Ini sebenernya potensi marketing yang sangat luar biasa buat MP, apalagi mengingat anak-anak sini doyan pasang foto sampe beratus-ratus tiap kali abis bikin kegiatan.
Tapi yah, rupanya si Stefan nggak melihat ke arah situ. Reaksi gue saat ini lebih ke sebel daripada sedih atau kuatir. Memang akan capek untuk pindahan ke blog baru, tapi harus diakui lama-lama di sini emang bikin kesel.Makanya gue nggak tertarik untuk ikutan tanda tangan petisi biar Stefan membatalkan keputusannya. Juga kurang tertarik dengan usulan untuk tetap mempertahankan fitur blog dengan membayar sejumlah uang. Sebagai mesin blog, MP itu sangat ketinggalan jaman kok. Nggak bayar aja rugi, apalagi bayar. Dan rasanya makin nggak rela kalo setelah bayar pun pelayanannya masih akan kacrut kayak gini. Kata orang jawa, kalo mau hapus blog hapus aja sana, ra patheken!
So, it's time to move on. Delapan tahun memang bukan waktu yang sebentar. Gue dapet banyak banget ilmu, pengalaman, dan yang lebih penting: teman-teman yang baik di sini. Teman-teman yang selalu bikin keluarga gue bertanya-tanya:

"Itu temen-temenmu dari mana? Temen kuliah?"
"Bukan."
"Kantor?"
"Bukan. Dari internet."

Delapan tahun lalu gue sendiri nggak akan kepikiran bisa berteman sedekat ini dengan orang-orang yang tadinya hanya bisa dibaca tulisannya atau dilihat fotonya di internet. Tapi ternyata bisa, dan pertemanannya udah nggak lagi terbatas di MP.


Selamat berpisah buat MP, tapi enggak buat MPersnya. Gue yakin kita masih akan tetep bisa nyambung lewat media yang berbeda.

Ini adalah tulisan terakhir gue di MP. Selanjutnya, gue akan ngeblog di ocehansimbot.blogspot.com. Kalian yang punya akun google, bisa ikut ngasih komen di sana dan tetep akan bisa gue kenali identitasnya.

Terima kasih banyak untuk 8 tahun yang luar biasa di sini.

-The Final Curtain is closed -